Kirab Budaya 100 Tahun Sri Sultan Hamengku Buwono

Bulan April yang lalu, Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat disibukan oleh berbagai acara untuk menyambut hari jadi yang ke-100 Sri Sultan Hamengku Buwono. Agenda peringatan se-abad Hamengku Buwono itu diperingati dengan berbagai upacara dan ritual. Salah satunya adalah kirab budaya melewati berbagai jalan utama di Yogyakarta hingga kembali ke Keraton.

Menjelang sore, Jalan Malioboro nampak ramai dan macet. Macet yang tidak seperti biasanya ini dikarenakan adanya kirab budaya. Kirab budaya yang menampilkan berbagai pakaian dan kesenian tradisional dari berbagai kecamatan yang ada di Yogyakarta.

Satu yang menarik, pawai kebudayaan ini diramaikan juga oleh berbagai organisasi kemasyarakatan, seperti Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPBU), Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal IKa, Kontras, Walhi, Folker Papua. Selain itu, paguyuban seni di Yogyakarta juga turut meramaikan, seperti paguyuban seniman jathilan, Kesenian Tari Topeng, Barongsai, Reog Ponorogo, dan berbagai paguyuban seni lainnya.

Adapun rute yang ditempuh arak-arakan kirab budaya tersebut adalah jalan Malioboro, menuju jalan Ahmad Yani, kemudian ke Jalan Trikora, dan berakhir di Alun-Alun selatan keraton Yogyakarta. Di Alun-Alun Selatan sendiri sudah menunggu berbagai macam hiburan musik oleh Glenn Fredly dan Slank.

Kirab budaya memperingati 100 tahun Sri Sultan Hamengku Buwono ini merupakan wujud untuk menyatukan berbagai budaya nusantara agar tidak terkikis ditelan zaman. Selain sebagai usaha untuk melestarikan dan menjadikan Yogyakarta sebagai tujuan wisata yang aman dan berkesan. [AhmadIbo/IndonesiaKaya]

Video tentang tradisi ini
Tidak Ada video terkait

Album foto tentang tradisi ini
Artikel menarik lainnya dari Yogyakarta


    Komentar