Penangkaran Buaya Teritip

Foto : Tim Indonesia Exploride

Penangkaran Buaya Tritip berada di Jl. Mulawarman No. 66, Desa Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, provinsi Kalimantan Timur. Lokasi ini berjarak sekitar 27 kilometer dari pusat kota Balikpapan, dan bisa ditempuh dalam waktu 30 menit dengan menggunakan mobil, dan hanya sekitar 20 menit dari Bandara Sepinggan. Taksi bandara ataupun angkutan kota No. 7 dapat mengantarkan wisatawan ke tempat ini setiap saat.

Tempat penangkaran salah satu jenis hewan reptil ini mulai beroperasi dari tahun 1991, dengan tujuan: untuk mengembangbiakkan dan membudidayakan satwa liar, mengembangkan usaha kulit buaya, dan sebagai obyek wisata. Penangkaran Buaya Tritip diresmikan menjadi obyek wisata unggulan Balikpapan pada tahun 1997.

Ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara telah berkunjung ke sini. Lahan penangkaran memiliki luas lima hektare dan dihuni oleh tiga jenis buaya yang diternakkan, yaitu: buaya muara (crocodylus porosus), buaya air tawar (crocodylus siamensis), dan buaya supit (tomistoma segelly). Jenis buaya yang paling banyak adalah buaya muara, sementara buaya air tawar dan supit hanya ada beberapa ekor karena termasuk jenis buaya langka. Kandang buaya dibagi atas empat kategori, yaitu anakan, penggemukan, remaja, dan induk. Tidak hanya menyaksikan dari jarak dekat tingkah laku hewan ini, pengunjung juga diberi kesempatan untuk ikut memberi makan buaya-buaya yang ditangkar.

Makanan yang diberi berupa ikan dan ayam hidup. Buaya-buaya yang saling berebut makanan menjadi hal yang menarik bagi pengunjung. Pengunjung yang ingin langsung memberi makan buaya harus rela mengeluarkan uang sebesar Rp. 10.000 untuk satu ekor ayam hidup. Buaya-buaya itu diberi makan hanya dua kali seminggu. Puas memberi makan buaya, pengunjung bisa menunggang gajah untuk mengelilingi kompleks penangkaran buaya. Tersedia dua gajah Lampung yang siap menjadi tunggangan pengunjung. Mengunjungi obyek wisata biasanya dibarengi dengan belanja suvenir. Di sini tersedia berbagai cinderamata berbentuk buaya, dan benda-benda seperti dompet, tas, ikat pinggang, dan tali jam tangan yang berbahan kulit buaya.

Wisatawan yang sekaligus pencinta kuliner, jangan sampai melewatkan mencicipi sate buaya yang dijual dengan harga Rp 3.000 per tusuk. Sate daging buaya dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan. Ramuan tangkur (alat kelamin) buaya, yang dipercaya bisa meningkatkan kesehatan menjadi lebih prima, juga dijual dengan harga Rp 400.000 - Rp 700.000. Namun, sate buaya, tangkur, minyak buaya hanya dijual di akhir pekan (Sabtu - Minggu) atau hari-hari libur nasional.

Setiap hari, penangkaran dibuka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Anda akan disambut ribuan buaya asli Kalimantan Timur yang berjajar di kandang. Lebih berkesan lagi saat mereka berebut makanan, maupun kemesraan pasangan buaya di dekat "kamar bertelurnya". Khusus untuk mengambil foto, video atau untuk membuat liputan di dalam lokasi penangkaran, harus memperoleh izin terlebih dahulu dari kantor pusat pengelola di kota Balikpapan. 

Penangkaran Buaya Tritip yang dikelola oleh CV. Surya Raya ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 17.00 WITA, dan terbuka untuk umum. Beberapa fasilitas umum disediakan bagi pengunjung, seperti tempat parkir, toilet/WC, warung penjualan makanan dan minuman, balai pertemuan sebagai tempat bagi para pengunjung untuk beristirahat dan melihat anak-anak buaya dari berbagai ukuran dan jenisnya. [TimIndonesiaExploride/IndonesiaKaya]

Video tentang pariwisata ini

Album foto tentang pariwisata ini
Artikel menarik lainnya dari Kalimantan Timur


    Komentar