Antigoneo Tahun 2011

Antigoneo Tahun 2011

Tanggal : 7 Oktober 2011 s/d
30 November -0001

Lokasi : Gedung Kesenian Jakarta

TEATER KOMA bersama Djarum Apresiasi Budaya mempersembahkan lakon terbarunya, ANTIGONEO, saduran dari ANTIGONE NOW karya Evald Flisar dari Slovenia, sebuah versi modern dari karya klasik Sophocles, ANTIGONE. ANTIGONE NOW sendiri sudah dipentaskan di beberapa negara, antara lain Mesir, Austria, India dan kini akan digelar perdana di Indonesia tepatnya pada 7 s.d. 16 Oktober 2011, setiap pukul 20.00 WIB di Gedung Kesenian Jakarta.

Produksi ke-124 ini didukung oleh aktor-aktor handal, antara lain N. RIANTIARNO, BUDI ROS, CORNELIA AGATHA, SALIM BUNGSU, DUDUNG HADI, RATNA RIANTIARNO, SRIYATUN ARIFIN, TUTI HARTATI, ADRI PRASETYO dan PANDOYO ADI NUGROHO. Pentas ini juga merupakan debut penyutradaraan bagi RANGGA RIANTIARNO.

Skenografi oleh TAUFAN S. CHANDRANEGARA & ONNY, Tata Cahaya oleh DERAY SETYADI.Tata Busana oleh ALEX FATAHILLAH, Tata Rias oleh SENA SUKARYA, Tata Akustik oleh TOTOM KODRAT, Pengarah Teknik oleh TINTON PRIANGGORO, Manajer Panggung oleh L. YOGA SETYONO, Pimpinan Produksi oleh RASAPTA CANDRIKA dan Asisten Sutradara oleh ADRI PRASETYO.

"Kami bangga menjadi bagian dari pementasan ini karena melalui tangan Rangga Riantiarno saduran ini dapat ditayangkan perdana di Indonesia. Rangga menterjemahkan saduran ini secara sederhana dan akan ditampilkan menarik pada pementasan mendatang. Semoga isi cerita yang menarik dan dimainkan oleh aktor-aktor kenamaan dapat memberikan hiburan berkualitas bagi masyarakat Indonesia" ujar Renitasari, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

"Dalam lakon ini, panggung Gedung Kesenian Jakarta akan dirubah menjadi sebuah kompleks pemakaman yang sudah nyaris tergusur. Di situlah semua berawal. Di tempat itu pula kisah berakhir tragis. Sebuah tontonan penuh hiburan, tapi tetap sarat makna dan perenungan" ujar Rangga Riantiarno, sutradara ANTIGONEO.

Alkisah, sebuah kota di daerah pesisir berada di ambang kehancuran ekonomi. Satu-satunya harapan adalah pembangunan hotel, kasino dan lapangan golf. Lalu, bahkan kompleks pemakaman pun digusur.

Masalahnya, satu kuburan tetap bertahan. KLARA, keponakan walikota tidak sudi makam adiknya dibongkar. WALIKOTA berada dalam posisi sulit. Patutkah sejahtera ekonomi menggusur hati nurani?

Demi terjaganya nuansa sunyi pertunjukan, Teater Koma menghimbau agar penonton tidak memotret selama pertunjukkan berlangsung