Bandung Philharmonic Gelar Tiga Konser Selama September: "Denyut", "Destiny", dan "Pesta Rakyat: Memerdekakan Citarum"

Bandung Philharmonic Gelar Tiga Konser Selama September: "Denyut", "Destiny", dan "Pesta Rakyat: Memerdekakan Citarum"

Tanggal : 25 September 2016

Lokasi : Teater Tertutup Dago Tea House

Di umur pertamanya, Bandung Philharmonic mampu menorehkan prestasi gemilang berupa penerimaan masyarakat terhadap musik yang dimainkannya. September 2016 adalah momentum penerimaan masyarakat yang sangat membanggakan bagi Bandung Philharmonic; tiga konser dalam satu bulan!

Konser pertama di bulan ini akan Bandung Philharmonic gelar dengan tema “Denyut”. Disertai rasa cinta dan kebanggaan, Bandung Philharmonic mempremierkan karya baru dari Fauzie Wiriadisastra berjudul “Fantasia Sunda” untuk kwartet gesek. Tak cukup sampai di situ, Melalui “Denyut” Bandung Philharmonic akan menyampaikan pesan-pesan magis quintet tiup kayu memainkan karya dari Opera Carmen dan Ibert. Bekerjasama dengan Selasar Sunaryo Art Space, “Denyut” akan digelar pada 18 September 2016 pukul 19.00 di Ampiteater Selasar.  Para pecinta musik akan mengalami permainan musik di bawah instalasi kubah bambu oleh seniman Dr. Ing Andry Widyowijatnoko.

Pada tanggal 24 September, Bandung Philharmonic didapuk menampilkan berbagai aransemen lagu Indonesia seperti Cingcangkeling, Es Lilin, Halo-halo Bandung, Melati Suci, dan Indonesia Pusaka untuk menutup acara “Pesta Rakyat; Memerdekakan Citarum” di Gedung Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung. Ibu Fifi Rahardja, pendiri Bank Sampah Bersinar ingin memberikan kepada rakyat kabupaten Bandung pengalaman orkestra live yang biasanya hanya dapat mereka lihat di televisi atau internet. Pengalaman menonton orkestra secara live berbeda sekali dengan lewat layar, dan mungkin merupakan pengalaman pertama kali dalam hidup mereka. Melalui lagu Es Lilin yang akan dikolaborasikan dengan permainan angklung oleh Putu Sandra Kusuma, Panitia Pesta Rakyat dan Bandung Philharmonic sepakat menunjukkan bahwa seni lokal pun dapat diakulturasikan bahkan memperkaya seni dari Eropa barat.

Keesokan harinya pada tanggal 25 September pukul 18.30 WIB, Bandung Philharmonic didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar konser “Destiny” di Teater Tertutup Dago Tea House. Robert Nordling selaku direktur musik akan memimpin konser dengan program “Overture Don Giovanni” karya Mozart; “Prelude Sang Satir di Siang Hari” karya Debussy; “Negara Krtagama” karya baru dari Singgih Sanjaya; dan “Simfoni no.8” karya Antonin Dvorak.   

konser “Destiny” menyiratkan harapan tentang terwujudnya sebuah ideal yang diimpikan; akhir dari segala upaya yang panjang. Don Giovanni alias Don Juan dalam opera Mozart memang berakhir tragik-komik. Tapi pada Prelude dari Debussy, dewa Faun yang mengejar gairahnya, berakhir dalam mimpi yang diwarnai aneka visi.

Info lebih lanjut : www.bandungphilharmonic.web.id