"Bunga Trotoar: Yang Hilang di Sepanjang Jalan", Jagongan Wagen Edisi September 2016

"Bunga Trotoar: Yang Hilang di Sepanjang Jalan", Jagongan Wagen Edisi September 2016

Tanggal : 30 September 2016

Lokasi : Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), Ds.Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Pada September 2016, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) memberikan kesempatan kepada seniman musik, Irfan R Darajat, untuk mempresentasikan karyanya untuk kali pertama (premiere) di Jagongan Wagen Edisi September 2016.

Irfan adalah seorang penulis lagu dan penyanyi di grup musik Pop balada asal Yogyakarta: Jalan Pulang (soundcloud.com/jalan-pulang). Bersama Jalan Pulang telah memiliki satu album musik. Pernah menjadi salah satu dari tujuh grup musik yang terpilih dalam Festival Musik Tradisi Tembi, Forum Musik Tembi. Dia juga sering berkolaborasi dalam menulis lagu dengan seniman dari disiplin seni yang lain, misalnya Agung Kurniawan (Perupa) dan Gilang Nuari (Perupa).

Diranah Seni Pertunjukan, Irfan pernah terlibat dalam pementasan Pertunjukan Semua usia “Kekwa! Alami mimpimu” sebagai anggota tim penulis naskah, dan dalam pementasan Teater “Masihkah Ada Cinta D(ar)i Kampus Biru” sebagai penata musik. Selain itu, di ranah kajian seni musik dia juga menjadi salah satu anggota kelompok peneliti musik dan masyarakat “Laras; Studies Of Music in Society”. Nyanyian Bangsa; Telaah Musik Sujiwo Tejo Dalam Menghadirkan Identitas dan Karakter Bangsa adalah buku yang ditulisnya dan diterbitkan oleh penerbit PolGov tahun 2014.

Kali ini, Irfan R Darajat menerima tantangan dari PSBK untuk menggarap sebuah karya dan berkolaborasi dengan seniman-seniman lain dalam ruang Jagongan Wagen. Melalui proses fasilitasi penciptaan karya yang berjalan selama kurang lebih satu bulan, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) mempersembahkan Jagongan Wagen Edisi September 2016 “Bunga Trotoar: Yang Hilang di Sepanjang Jalan”.

Bunga Trotoar: “Yang Hilang di Sepanjang Jalan” mengisyaratkan gagasan dasarnya melalui ketahanan dan ketabahan daya hidup bunga-bunga liar yang tumbuh di trotoar jalanan. Berusaha untuk mencatat narasi benda-benda dan manusia yang hidup, berdamai, dan bersitegang dengan pertumbuhan di suatu ruas jalan kota Yogyakarta.

Ada banyak hal yang bisa dicatat dari wajah Jalan Kaliurang hari ini. Baliho-baliho di sepanjang ruas jalan yang menghalangi hak warga yang berjalan dari selatan ke utara untuk melihat Merapi. Pembangunan mall, indekost eksklusif, hotel, dan apartemen semakin menjamur. Kredit motor semakin mudah dan murah.Kendaraan makin bersliweran. Orang-orang seringkali keliru dalam meramalkan waktu perjalanannya. Janji bertemu semakin sulit ditepati. Semua jadi terburu-buru.

Akan tetapi, ada pula hal-hal yang belum sempat tercatatkan dalam riwayat panjang Jalan Kaliurang; helaan nafas berat pengendara motor yang melamun menunggu lampu merah, menatap kosong baliho iklan, mimpi masa muda yang terbang dan tak pernah kembali, umpatan tukang parkir yang hampir terserempet bis kota, bising suara klakson yang beradu keras, keringat para pejalan kaki, udara yang dipenuhi asap knalpot, dan sayup suara pengamen jalanan. Narasi-narasi ini menyusun kosakata bunyi, lirik dan gambar dari lanskap kota yang ingin dicatat dan diintepretasikan kembali oleh Bunga Trotoar.

Dalam Jagongan Wagen Edisi September yang berjudul “Bunga Trotoar: Yang Hilang di Sepanjang Jalan” ini, Irfan R Darajatmengajak sejumlah seniman untuk mewujudkan gagasannya dalam Jagongan Wagen Edisi September 2016, yaitu:

  1. Hengga Tiyasa (Seniman Musik)
  2. Kurnia Yudha F (Seniman Film)
  3. Lintang Enrico (Seniman Musik)

Jagongan Wagen Edisi September 2016 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, akan dilaksanakan pada tanggal 30 September 2016, pukul 20.00 WIB, bertempat di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Ds. Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Jagongan Wagen (JW)
Jagongan Wagen (JW), adalah ruang masyarakat seni dan selain seni untuk bersama-sama berpartisipasi  dalam proses pengembangan imajinasi dan kapasitas belajar kreatif, melalui praktik pertunjukan di PSBK. Sebagai ruang eksplorasi, ekspresi dan belajar, Jagongan Wagen secara nyata mengedepankan bentuk dan isi dari kekuatan kesenian, melalui penciptaan dan pementasan pertunjukan seni. Kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan dan difasilitasi oleh PSBK, merupakan proses bagi seniman-seniman untuk secara kolaboratif belajar menciptakan dan menyajikan kekuatan artisitik berkesenian, baik yang bersifat individual maupun kolektif.

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)
PSBK, yang didirikan dan dibangun oleh alm. Bagong Kussudiardja pada tahun 1978, sejak awal berdirinya  memberikan serta menjadi pusat perhatian atas pertumbuhan dan perkembangan nilai seni yang ada di kesenian, baik yang berwujud keindahan hidup manusia dan masyarakat maupun karya itu sendiri. PSBK, bersama dengan seniman dan masyarakat luas serta melalui proses belajar seninya, berusaha menciptakan kehidupan hidup manusia dan masyarakat yang indah. Dengan demikian PSBK mengembangkan dan memperluas visi Alm. Bagong Kussudiardja mengenai peran kehidupan seni dalam memberikan kontribusi untuk perkembangan ide-ide, cita-cita dan nilai-nilai bagi kehidupan manusia untuk terciptanya manusia yang berdaya.

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
Ds. Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, DIY
Tel./Fax.: +62(0)274/ 414-404
Email: info@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id
FB: padepokansenibagongkussudiardja     Twitter: @PSBK_Jogja