Djarum Apresiasi Budaya Mempersembahkan 'The Legendary Journey' Sebuah Karya Anak Bangsa Untuk 50 Tahun Hotel Indonesia

Djarum Apresiasi Budaya Mempersembahkan 'The Legendary Journey' Sebuah Karya Anak Bangsa Untuk 50 Tahun Hotel Indonesia

Tanggal : 19 September 2012 s/d
30 November -0001

Lokasi : Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski

Dalam memperingati 50 tahun perjalanan Hotel Indonesia, Djarum Apresiasi Budaya, dalam konsistensinya untuk melestarikan warisan kebudayaan Indonesia salah satunya bangunan cagar budaya, mempersembahkan sebuah pertunjukan musikal karya Garin Nugroho yang berjudul “The Legendary Journey” hari Rabu, 19 September 2012 di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, mulai pukul : 19.00 WIB.

“The Legendary Journey” merupakan pertunjukan karya sutradara ternama di Indonesia, Garin Nugroho, yang menggabungkan orkestra, musikal tari, lagu dan visual yang menceritakan perjalanan Hotel Indonesia selama 50 tahun dan memberi memori kebangsaan karena Hotel Indonesia merupakan bagian dari sejarah Indonesia itu sendiri.

Perjalanan ini dikisahkan lewat tokoh door man (yang diperankan Aryo Wahab) dan kekasihnya (diperankan oleh Widi B3), kedua tokoh anak muda ini membawa kisah-kisah seputar Hotel Indonesia yang menjadi pintu gerbang Indonesia ke dunia sekaligus mempertemukan kebangsaan, bisnis, gaya hidup. Kedua anak muda ini juga memberi kesaksian bahwa Hotel Indonesia adalah bagian dari sejarah ke Ibukota Jakarta untuk menjadi ikon dunia.

Lagu dan musik merupakan elemen yang terpenting yang harus dapat mewakili inti dari cerita dan pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah pertunjukan seperti yang akan dihadirkan di 50 tahun Hotel Indonesia ini. Garin Nugroho membagi lagu dan musikalitas dari pertunjukannya ke dalam 4 (empat) era, yakni : era 60-an yang menceritakan Jakarta tempo dulu dan pembangunan Hotel Indonesia, era 70-80-an yang menggambarkan Hotel Indonesia sebagai pintu gerbang dunia dan globalisasi Indonesia, era 90-an yang merupakan era kemunduran Hotel Indonesia, dan era 2000-an yang menjelaskan mengenai kebangkitan Hotel Indonesia hingga kini.

Pertunjukan yang melibatkan sekitar 350 crew ini juga didukung oleh beberapa artis senior yang memiliki kenangan tersendiri dengan Hotel Indonesia seperti Bob Tutupoli dan Titiek Puspa yang berkolaborasi dengan artis muda seperti Aryo Wahab, Once, B-Three, dan Eka Deli ini tertutup untuk umum dan hanya akan dihadiri oleh para undangan yang terdiri dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kedutaan dari berbagai Negara, pemimpin redaksi dari beberapa media massa, public figure senior maupun yang selebriti muda, pengusaha dan kolega lainnya.

Dengan pertunjukan ini, Djarum Apresiasi Budaya telah berhasil mengembalikan ingatan masyarakat terhadap keberadaan Hotel Indonesia sebagai representasi dari kebudayaan dan bagian dari sejarah Indonesia yang tidak boleh dilupakan. Djarum Apresiasi Budaya melalui pertunjukan yang dikemas dengan sangat apik oleh Garin Nugroho dan tim nya mampu mengapresiasi unsur-unsur penting dalam sejarah perjalanan Hotel Indonesia.

Konsistensi dalam mengembangkan bentuk-bentuk kepedulian terhadap hasil budaya akan terus dilakukan. Diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan dan keragaman budaya Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia. Karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia.