Eko Supriyanto Mempersembahkan Karya Berjudul “SALT”

Eko Supriyanto Mempersembahkan Karya Berjudul “SALT”

Tanggal : 29 Juli 2018

Lokasi : Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta

SALT merupakan karya ketiga sekaligus penutup bagi Trilogi Jailolo yang telah dikerjakan oleh Eko selama 5 tahun terakhir, dan merupakan hasil dari kajiannya mengenai Silent Tourism, desentralisasi, generasi muda dan industri.

Trilogi ini berawal dari terciptanya karya Cry Jailolo yang merupakan sebuah pengembangan dari Festival Teluk Jailolo, sebuah festival pariwisata yang melibatkan lebih dari 450 penari di daerah tersebut. Melalui festival ini Eko berusaha untuk memetakan, meneliti, dan menggarap ulang sebuah jurang pemisah yang terjadi pada generasi muda di daerah tersebut dengan budayanya sendiri, hubungan yang terputus antara mereka dengan sejarah dan vokabulari gerak yang muncul di daerah tersebut. Dengan melakukan hal ini, Eko menghasilkan sebuah dialog yang melibatkan isu hirarki budaya di Indonesia Timur.

Dengan memusatkan perhatian pada pembuatan ruang personal di antara program seni yang massal dan kondisi sosio-politik, riset ini kemudian menghasilkan karya-karya Cry Jailolo, Balabala dan SALT. Kenyataan bahwa beberapa karya dalam Trilogi ini bekerjasama dengan para penari non-profesional dan berasal dari pelosok-pelosok terdalam di Halmahera Barat kemudian menarik perhatian publik apresiator seni kontemporer di dunia. Untuk SALT khususnya, Eko menggunakan tubuhnya sendiri sebagai media untuk melakukan revisiting, requestioning, dan reinterpretasi yang membungkus seluruh hasil riset yang selama ini dilakukannya.

Untuk menciptakan ketiga karya dalam Trilogi Jailolo ini Eko menghabiskan waktu riset selama lebih dari 5 tahun terakhir. Khusus untuk karya SALT, riset pendalaman dilakukan selama Februari-Oktober 2017 di Jailolo dan Solo, Indonesia. Sebagai bagian terakhir, karya ini difinalisasi dalam sebuah program residensi di deSingel Internationale Kunstcampus, Antwerp, Belgia selama 2 minggu (Oktober 2017).

Setelah melakukan tour ke beberapa kota dan negara, antara lain Belgia, Jerman, dan Australia, kali ini SALT kembali ditampilkan di tanah air sendiri, yaitu dalam rangkaian PostFest 2018, Jakarta. Penampilan SALT pada hari Minggu, 29 Juli 2018 di Graha Bakti Budaya, Jakarta, yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation merupakan bagian dari rangkaian studi akademik dari koreografer Eko Supriyanto dalam usahanya untuk meraih gelar doktor dalam bidang penciptaan seni di Institut Seni Indonesia Surakarta. Sebelumnya gelar doktor telah didapatkan Eko dalam bidang Kajian Seni Pertunjukan di Universitas Gajah Mada pada tahun 2015.

Tentang PostFest

PostFest merupakan ajang seni tahunan yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Digelar pertama kali pada 2017, memberikan gagasan baru akan sebuah festival yang didasari oleh research, training, dan eksperimentasi yang dimentori oleh pakar-pakar seni dengan mengedepankan kekuatan para seniman individu, Institusi, dan Komunitas kreatif. PostFest akan menjadi sebuah rangkaian peristiwa pameran yang tidak hanya menampilkan sebuah produk seni tetapi juga sebuah proses kreatif dan pendekatan pendidikan melalui pagelaran seni pertunjukan, pameran seni rupa, film, dan seni digital. Sebagai sebuah inisiatif yang masih berusia muda, PostFest sesungguhnya merupakan sebuah penjelajahan terhadap segala kemungkinan bentuk kolaborasi antar berbagai elemen kreatif.

Info lebih lanjut mengenai kegiatan ini :
https://postfest.web.id/