Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Edisi Januari 2016

Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Edisi Januari 2016

Tanggal : 29 Januari 2016

Lokasi : Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO.BOX 53 Kudus

Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang di dukung Bakti Budaya Djarum Foundation akan kembali menggelar lawatan rutin sastra dan Budaya. Kali ini menampilkan Pementasan Teater berjudul “ BARABAH ” Karya Motinggo Busye yang dimainkan oleh Teater GONG, di  Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondang manis PO.BOX 53 Bae Kudus  pada hari Jum’at, 29 Januari 2016, Pukul  19.30 WIB.

Meski kerap dipentaskan, naskah Barabah karya Motinggo Busye tetap menarik untuk ditampilkan kembali. Naskah yang menyorot persoalan kehidupan keluarga dengan berbagai macam masalah yang terjadi adalah persoalan proses hidup. Tidak pernah berhenti.

Menjadi sangat menarik karena persoalan utama dalam naskah ini adalah persoalan Poligami. Yang tentunya persoalan ini bukan lagi menjadi barang mewah bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Seperti tokoh Banio dalam naskah Barabah, adalah seorang lelaki tua yang punya istri banyak. Sementara tokoh Barabah adalah seorang istri yang sangat setia meski bersuamikan lelaki yang umurnya hampir tiga kali lipat dari umurnya. Pada masa sekarang, fenomena ini sudah sangat lazim terjadi disekitar kita. Pejabat, Pemuka Agama, Pengusaha, Seniman, Pedagang, Petani, atau profesi lain bukan menjadi barometer  utama untuk menjadi ukuran pantas atau tidak pantas, mampu atau tidak mampu untuk berpoligami. Poligami adalah persoalan pilihan. Dengan berbagai latar belakang alasan dan tujuan, Poligami menjadi pilihan utama, bukan pilihan terakhir.

Nah, persoalan inilah yang menjadikan Barabah tetap mutakhir untuk dipentaskan pada masa sekarang. Meski penonton yang mungkin hadir belum dilahirkan pada saat naskah ini ditulis, tapi substansi pesan moral dalam naskah ini tetap update. Tetap menggelitik.

Dalam rancangan penyajian, kali ini sengaja tetap menghadirkan suasana masa lampau. Setting panggung, kostum dan musik dikemas sedekat mungkin dengan waktu kejadian dalam naskah. Hanya saja dalam melakukan pendekatan yang agak berbeda tentang dialek. Dalam naskah Barabah, dialek khas lampung sangat kental sekali, untuk lebih menghidupkan suasana, dialek khas pesisir Jawa Tengah yang lugas dan cenderung kasar sengaja dihadirkan. Dengan Harapan prototipe suasana pesisir pesisir Jawa Tengah dapat terwakili. Penonton yang hadir menjadi akrab dan tidak gagap dalam menyerap pesan dalam dialog. Sekali lagi, subtansi dari persoalan dalam naskahlah yang menjadi fokus utama pementasan Barabah ini. Pemberian porsi lebih pada penggarapan olah akting aktor/aktris.
 
Setelah pementasan selesai akan dilanjutkan dengan sarasehan Budaya.

Sekilas tentang Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK)

FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara continue untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Secara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra, Sarasehan Budaya, Pertunjukan Musik, Tari dan Pementasan Drama/Teater, dan sebagainya. Acara tersebut di gelar di berbagai tempat kantong-kantong Budaya di Kudus.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan ini, silahkan menghubungi :

Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FasBuk)
Ketua Badan Pekerja FASBuK :Arfin AM
No. Hp: +62 857 4199 8480
Email: fasbuk93@gmail.com