GELITIK (Geliat Musik Akustik) Di Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK)

GELITIK (Geliat Musik Akustik) Di Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK)

Tanggal : 27 November 2013 s/d
30 November -0001

Lokasi : Auditorium Universitas Muria Kudus

Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang di dukung Bakti Budaya Djarum Foundation dan bekerja sama dengan Seni Kampus (SEKAM) Universitas Muria Kudus akan menggelar pertunjukan musik sastra dengan nuansa akustik yang bertajuk “GELITIK (Geliat Musik Akustik)”  di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis, PO. BOX 53 Bae, Kudus, hari Rabu, 27 Nopember 2013,  Pukul 19.00 WIB sampai dengan selesai.

FASBuK yang di deklarasikan sejak tahun 2010 adalah sekumpulan masyarakat yang mengedepankan aktifitas sosialnya pada nilai-nilai estetika dengan melakukan berbagai kegiatan kesusasteraan dan kesenian yang darinya diharapkan tumbuh nilai-nilai kesadaran manusia sehingga tercipta keseimbangan fisik dan mental dalam menjalani kehidupan berkebudayaan.

FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara continue untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Secara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra, Sarasehan Budaya, Pertunjukan Musik dan Pementasan Drama/Teater dsb. Acara tersebut di gelar di berbagai tempat kantong-kantong Budaya di Kudus.

Dalam kegiatan edisi bulan November 2013 ini, FASBuK mempersembahkan sebuah kemasan pertunjukan live music bernuansa akustik dengan menampilkan komunitas – komunitas pemusik lokal yang sekaligus adalah sastrawan dan seniman dari Kudus. Syair- syair sederhana namun sederhana akan mereka suguhkan yang tentunya diharapkan mampu “menggelitik” sekaligus menghibur para apresian.

Para penampil tersebut adalah :

R.O. S
 
Group music yang  berakar pada sastra. Berdiri sejak 2010 yang awalnya bernama Qsanak, yang dalam perjalanan karyanya saat  ini berganti nama. R.O.S sendiri adalah kependekan dari Rhythm Of Smoke, yang memiliki arti religious namun juga merupakan identitas asal group ini yaitu kota Kudus. Saat ini R.O.S beranggotakan: Doni Dole – Vocal/gitar/synth/harmonica, dan Mamik S. Mulyono – perkusi, serta Septiana Tri – backing vocal/violin. Visi utama dalam karya-karya R.O.S adalah memberi pencerahan, masukan, dan pemikiran bagi masyarakat, lewat berbagai karya lagu maupun puisinya. Antara lain Makan-makan di kota Kudus, Endang Sumiati, Pusara Kali Gelis, Follow You, Changing life dll.

Saat ini R.O.S tampil secara regular di Omah Mode Café&Resto. Selain itu juga tampil dalam berbagai acara budaya seperti pentas kolaborasi seni, peluncuran buku, teater, festival lingkungan, dll. Dan juga saat ini R.O.S memiliki program street Perform ( Musik Jalanan ) dalam layanan hiburan untuk masyarakat umum yang di lakukan pada minggu pagi di Simpang Tujuh.

R.O.S dalam konsep musiknya, walaupun berakar pada sastra dan budaya, mengemas arrasement lagunya dalam genre music popular seperti Blues, rock n roll, reggae, maupun etnik. Ini di lakukan untuk melintasi sekat segmentasi genre music dan juga agar easy listening serta mudah di terima.

Audio Alternatif
Menulis puisi merupakan kesenangan bagi Devis Arfianto. Dia juga penggemar musik. Musik dan puisi, lama-lama keinginan untuk menulis lagupun muncul. Perpaduan ini membuat lirik-lirik yang ditulisnya menjadi tidak biasa. Menulis tanpa ada pembaca terkesan sia-sia. Dimulailah petualangan mencari tempat pencurahan karyanya dengan mencoba ide kreatifnya mengkolaborasikan petikan gitar muhamad Abdul Yusuf. Lebih akrab dipanggil baendon dan partnernya fais. Bernama lengkap Agus Fais. Kini kompisisi ini dilengkapi kedatangan Muhamad Yaksallah. Apapun yang disentuhnya bisa jadi alat musik, menurutnya menarik. Tak terkecuali, bagian tubuhnya sendiri, begitu pula dengan Muhamad Rafsanjani. Kini berlima mereka sepakat untuk membangun kembali pondasi musik dan puisinya dalam, "Audio Alternatif" meskipun sederhana, tapi tidak biasa.

Memang bisa di bilang, perjalanan audio alternatif belum lah lama untuk memunculkan karyanya, namun sebelum tergabung dalam audio alternatif, sebelumnya sudah pernah berproses kreatif bersama. Dengan memunculkan jenis alat musik sederhana namun lucu dan nyentrik.

Sabda Pandhita Ratu
Merupakan komunitas musik kontemporer dengan keberagaman personelnya dari berbagai aliran musik seperti pop, jazz, blues, dangdut dan juga karawitan (etnik), namun mereka akhirnya bertemu dan berhasil memadukan keberagaman selera musik mereka menjadi suguhan yang menarik. Dengan komposisi pemain: Aning, Phia, Ragil  (3 Vokalis cewek), Totok (saron), Takim (demung), Sigit (Kendang), Tyok (cak gitar), Iwan (gitar), Abe (bass). Selain syair-syair karya sendiri mereka juga membawakan syair-syair karya sastrawan local maupun nasional seperti : Leo Katarsis dan W.S Rendra (alm).

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan ini, silahkan menghubungi :

Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FasBuk)
Ketua Badan Pekerja FASBuK : Ahmad Safrudin
No. Hp : +62 857 1821 8632
Email : lagubaruibu@gmail.com