Hari Batik Nasional Tahun 2011

Hari Batik Nasional Tahun 2011

Tanggal : 10 Oktober 2011 s/d
30 November -0001

Lokasi :

Batik merupakan identitas budaya Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan dari masyarakat internasional. Kekayaan ragam batik yang datang dari berbagai wilayah dan provinsi adalah bukti bahwa batik merupakan tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi.Sarat dengan nilai filosofi, simbol dan budaya yang tidak akan lepas dari kehidupan masyarakatnya.

Pada peringatan Hari Batik Nasional, Djarum Apresiasi Budaya turut serta dalam memeriahkan acara yang diselenggarakan di lapangan Jetayu Pekalongan, pada tanggal 3-5 Oktober 2011 dan dibuka oleh Ibu Negara, Ani Yudhoyono.

"Acara ini merupakan usaha untuk meningkatkan pelestarian batik sebagai warisan budaya Indonesia, dan ini adalah wujud kepedulian dan komitmen kami dalam melestarikan dan mencintai batik" ujar Renitasari, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Salah satu motif batik yang dipamerkan dalam kegiatan ini adalah hasil karya pembatik Kudus, Yuli Astuti. "Saya sangat bangga karena batik telah diakui dan dikukuhkan UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia. Rasa bangga dan kecintaan saya terhadap batik membuat saya selalu bersemangat untuk melakukan inovasi dalam motif dan warna, khususnya batik Kudus" ungkap Yuli Astuti.

Batik Kudus merupakan karya multikultur, karena dipengaruhi oleh budaya Cina, dan Arab, sehingga menghasilkan berbagai motif unik sebagai ciri khas batik Kudus. Salah satu contoh adalah motif kapal kandas, karya Yuli Astuti. Motif ini terinspirasi dari sejarah kapal Dampo Awang milik Sam Po Kong yang kandas di gunung Muria. Kapal tersebut membawa rempah-rempah yang berkhasiat sebagai obat-obatan yang sekarang tumbuh subur di gunung Muria. Cengkeh, daun tembakau dan alat pelinting rokok sebagai simbol Kudus sebagai kota kretek juga dimasukkan dalam desain batik tersebut. Juga masih banyak lagi motif berbeda yang diciptakan oleh para pengrajin batik Kudus lainnya.

Kini, Pesona batik Kudus kembali tampil dalam bentuk kain yang otentik maupun busana siap pakai dengan merujuk gaya masyarakat masa kini yang simpel dan modis. Dengan tetap mempertahankan corak yang merupakan ciri khas dari batik Kudus, yaitu dengan warna-warna sogan (kecoklatan) bercorak tombak, kawung dan parang. Juga dihiasi buketan (rangkaian bunga), dipermanis dengan pinggiran lebar, taburan kembang, kupu-kupu dan burung menghiasi warna-warna cerah batik Kudus.

Di kalangan pecinta kain, batik Kudus dikenal sebagai batik peranakan yang halus dengan isen-isen (isian dalam ragam pola utama) yang rumit sebagaimana umumnya batik Jawa Tengah. Diantara isen-isen yang dikenal dalam Batik Kudus adalah isen gabah sinawur, moto iwak, mrutu sewu dan lain sebagainya.

Kegiatan yang diselenggarakan ini pastinya semakin menambah pengetahuan kita mengenai ragam batik di nusantara serta membuat kita semakin bangga terhadap kekayaan yang dimiliki tanah air Indonesia.