Indonesia Kita 2012 : Maling Kondang

Indonesia Kita 2012 : Maling Kondang

Tanggal : 12 Oktober 2012 s/d
30 November -0001

Lokasi : Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta

Masih dalam rangkaian seri pertunjukan Indonesia Kita 2012, Djarum Apresiasi Budaya bekerja sama dengan trio kreatif Butet Kertaradjasa, Djaduk Ferianto, dan Agus Noor menghadirkan sebuah lakon satir berjudul “Maling Kondang” hasil besutan sutradara Yusril Katil. Pertunjukan yang digelar Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta pada tanggal 12 – 13 Oktober 2012 kali ini terinspirasi dari cerita rakyat dan kebudayaan Sumatera Barat.

Setelah kesuksesan dua pertunjukan sebelumnya “Jogja Broadway : Apel, I’m in Love” yang dibawakan dengan nuansa kental Yogyakarta dan cerita tokoh fenomenal Jawa Barat dalam “Kabayan Jadi Presiden”, pada pertunjukannya kali ini para tim kreatif Indonesia Kita yang memang dikenal piawai dalam memasukan isu sosial ke dalam karya kreatif mereka, mengangkat sebuah cerita yang terinspirasi dari kisah klasik dari ranah Minang, Malin Kundang, yang kemudian diparodikan menjadi “Maling Kondang”, yang bercerita mengenai keprihatinan bangsa terhadap tingkat korupsi di Indonesia.

Dikisahkan seorang bernama Malin Kundang yang pulang ke kampung halamannya setelah ia sukses dan kaya-raya. Dengan uangnya yang melimpah ia hendak membangun kampung halamannya, mencalonkan diri menjadi pemimpin, dan ingin membangun monumen dirinya. Banyak yang bangga dengan kesuksesan Malin, tetapi ibunya malah mempertanyakan asal muasal uang itu didapat. Inilah pertanyaan dasar yang retoris sekaligus menjadi titik pijak untuk mempertanyakan etika yang kini sudah langka. Ibu Malin menantang anaknya bersumpah, bila semua kekayaan itu didapat dari korupsi, ia akan mengutuknya menjadi batu.

Dari kisah itulah lakon diolah dan dikembangkan dengan meramu berbagai unsur dan bentuk seni yang berkembang di tanah Minang, mulai dari gerak ginyang maktaci, tapuak galembong, legaran randai, dendang dan silat Mak Katik, badendang dan saluang, sampai ke bentuk seni yang lebih kontemporer yakni Rap Minang.

Bersamaan dengan pentas itu, akan diselengarakan pula Pasar Kuliner Indonesia Kita yang akan menghadirkan menu-menu legendaris yang berasal dari ranah Minang, diantaranya; Rendang Belut, Rendang Telur, Gulai Pakis Udang, Ketupat Pitalah, Lamang Tapai, Ampiang Dadiah, Sate Padang, Bareh Randang, Karupuak Sanjai, Bika, Kue Talam, Kampiun, Kopi Kawa, Tunjang, Ikan Gulai Asam Padeh, Gulai Usus, Pinyaram, Galamai. Pasar Kuliner akan berlangsung mulai pukul 12.00 WIB sampai malam hari selama pertunjukan berlangsung.

Pentas “Maling Kondang” akan digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta, Jum’at s/d Sabtu, 12-13 Oktober 2012, mulai pukul 20.00 WIB dan didukung oleh seniman-seniman ternama, antara lain : Oppie Andaresta, Nirina Zubir, Effendi Gazali, dan Iwel Sastra. Tiket pertunjukan dapat dibeli dengan harga Rp 100.000 (Balkon), Rp 200.000 (VIP), Rp 300.000 (VVIP), Rp 500.000 (Platinum) di dua tiket box, yaitu melalui Kayan di 0856 9342 7788 / 0838 9971 5725 dan TIM di 021-3193 7325 / 3193 4740.

Pertunjukan Indonesia Kita selanjutnya adalah “Nyonya Nyonya Istana” (16-18 Nopember 2012) yang akan didukung para sosialita Jakarta yang juga merupakan seri terakhir pertunjukan Indonesia Kita tahun 2012.