Jambore Pencak 2015, Festival Pencak Silat Akbar Berkelas Dunia

Jambore Pencak 2015, Festival Pencak Silat Akbar Berkelas Dunia

Tanggal : 28 Mei 2015

Lokasi : Yogyakarta

Setelah tiga tahun berturut-turut, pesta akbar para pesilat berkelas internasional, Pencak Malioboro Festival (PMF- 2012, 2013, 2014) digelar, tahun ini Persaudaraan Angkringan Silat (PAS) dan Tangtungan Project menghadirkan festival yang lebih besar dan lebih spektakuler, JAMBORE PENCAK 2015. Diselenggarakan pada tanggal 28 -31 Mei 2015, sebagai perwujudan atas  permintaan Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan  mendapat dukungan penuh dari Bapak Anis Baswedan sebagai Menteri Kebudayaan dan Pendidikan. Jambore Pencak 2015 dimaknai sebagai pertemuan besar lebih dari 7500 pesilat dengan satu semangat yang sama, semangat melestarikan dan mencintai budaya bangsa, serta semangat sportifitas, menghargai keberagaman dalam satu kesatuan keluarga pencak silat.

Pencak Silat bukan hanya sekedar ilmu beladiri semata, akan tetapi didalamnya tertanam juga ajaran budi pekerti, tradisi dan nilai–nilai budaya bangsa Indonesia yang terkenal luhur sejak ratusan tahun lamanya. Sebuah seni beladiri dan budaya yang menjadi tonggak kejayaan Bangsa Indonesia selama berabad–abad yang juga menjadi salah satu sarana yang bisa digunakan untuk melatih kepercayaan diri dan kecerdasan anak secara menyeluruh, bukan hanya fisik tapi juga mental bahkan spiritual. Namun pencak silat mulai terlupakan, terabaikan, bahkan mungkin tersingkirkan di negeri ini. Disinilah perlunya pengenalan ulang kepada generasi muda, sebagai pembangunan karakter bangsa.

Dengan semangat ini PAS dan Tangtungan Project terus bergerak bagaikan bola salju perubahan, membawa semangat dan amanat para leluhur, membangkitkan kembali budaya adiluhung, moral pendekar Nusantara. Kita bangunkan kembali budaya yang tersisihkan ini menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Salah satunya dengan penyelenggaraan Jambore Pencak 2015 yang merupakan rangkaian event pariwisata tahunan Indonesia Pencak Malioboro Festival (PMF).

Silat itu bukan hanya melatih fisik, tapi juga mental dan spiritual sehingga bisa menambah kepercayaan diri pada seseorang. Pencak silat bukan sekedar ilmu bela diri semata, tapi mengajarkan nilai, kejujuran, sikap, budi pekerti, tradisi, hingga sikap disiplin. Pencak silat ini otomatis menciptakan karakter, nilai, kejujuran, kedisiplinan, dan banyak yang bisa kita peroleh. Sayangnya, sikap mulia itu mulai kendur seiring berubahan zaman di era globalisasi saat ini. Kita harus bisa mengapresiasi bahwa pencak silat itu keren.

Sebagai tuan rumah acara Jambore Pencak, KGPH Hadiwinoto selaku Ketua IPSI DIY dan Walikota Jogjakarta Drs H. Haryadi Suyuti  terlibat langsung dan selalu  memberikan dukungan dan fasilitas kepada komunitas Paseduluran Angkringan Silat (PAS) dan Tangtungan Project sebagai penyelenggara PMF dan Jambore Pencak Pemerintah juga sudah memberikan dukungan terhadap masyarakat Pencak Silat, dari sisi pelestarian dan pengembangan budaya.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini, silahkan menghubungi panitia : Shinta : 0853 1298 2126 atau mengunjugi https://tangtungan.com/