Kegiatan 45 Tahun Teater Mandiri

Kegiatan 45 Tahun Teater Mandiri

Tanggal : 28 September 2016 s/d
29 September 2016

Lokasi : Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta

Dalam rangka memperingati HUT Negara Kesatuan Republik Indonesia serta 45 tahun usianya, Teater Mandiri pimpinan Putu Wijaya, didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan, yaitu :

1. Lomba baca puisi dan penampilan monolog, pada tanggal 14,15,16 September 2016, bertempat di Galeri Indonesia Kaya, dengan tema kebangsaan, persatuan, kesetaraan dan toleransi.

2. Penerbitan buku 100 monolog dengan tema berbagai aspek sosial untuk lebih menebalkan rasa kebangsaan dan persatuan dalam masyarakat yang majemuk. Buku ini akan diluncurkan pada tanggal 16 September 2016 di Galeri Indonesia Kaya.

3. Pementasan drama berjudul “JGERR”, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada tanggal 28-29 September 2016. Pertunjukan ini bertema membangkitkan semangat  kebangsaan dan persatuan dengan meningkatkan kewaspadaan moral baik bagi masyarakat mau pun para pimpinan.

Informasi kegiatan :

1.Lomba baca puisi dan penampilan monolog

Lomba baca puisi dan penampilan monolog, sudah dilakukan pada tahun 2014 dan tahun 2015. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya, Malang, dan Pontianak.

Pemenang mendapat tanda penghargaan, buku 100 monolog, dan sejumlah uang. Tidak dipungut uang pendaftaran. Tetapi jumlah pesertanya dibatasi karena terbatasnya waktu penyelenggaraan. Panitia hanya mempersyaratkan peserta bukan pemula, namun bila memiliki sesuatu prestasi akan diperhitungkan.  

Peserta Lomba akan didahului dengan sehari pembekalan di Galeri 3 Taman Ismail Marzuki. Disana peserta diberikan informasi dan bimbingan agar bisa bertanding secara maksimal.

Lomba ini diadakan untuk meningkatkan kemampuan generasi muda/penerus untuk tampil berekspresi di muka publik dengan penguasaan vokal, gerak, dan tutur bahasa dalam bahasa Indonesia yang baik, benar, indah dan terarah.

2. Penerbitan buku 100 monolog

Pada tahun 2014, Teater Mandiri menerbitkan kumpulan esei "Bertolak Dari Yang Ada", berisi esei sastrawan, budayawan nasional, pemerhati sastra, serta penulis tamu dari mancanegara. Pada tahun 2015, Teater Mandiri menerbitkan kumpulan 11 naskah drama bertajuk "Teror Mental". Kedua buku tersebut tebalnya 700 halaman, hard cover. Tidak dijual, tapi dihibahkan pada sekolah, kampus, mahasiswa, pengajar, pengamat dan aktivis terkait, baik di dalam maupun di luar negeri.

Tahun 2016 ini, Teater Mandiri menerbitkan kumpulan 100 monolog, naskah drama yang dimainkan oleh satu orang. Produksi drama kadang berat karena menyangkut banyak orang dan biaya tinggi. Tapi karena drama sangat berguna untuk pendidikan, buku ini akan banyak membantu. Seperti kedua buku sebelumnya juga akan dihibahkan dan tidak diperjual-belikan, kepada semua yang terkait.

3. Pementasan drama berjudul “JGERR”,

Pertunjukan komedi berdurasi 100 menit yang merupakan karya dan Sutradara Putu Wijaya akan dipentaskan di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pementasan JGERR (tiruan bunyi ledakan), berisi rembukan pemikiran, mengapa belakangan ini perasaan gotong royong terasa menipis. Ternyata masalahnya karena semboyan gotong-royong sering dipakai oleh oknum-oknum tertentu untuk mengerahkan masa untuk kepentingan pribadinya. Jadi masyarakat sudah mulai kritis terhadap semboyan-semboyan yang ingin memanipulasi kekuatan rakyat.

Cerita ini juga berisi pertanyaan apakah persatuan itu terjadi disebabkan karena adanya musuh bersama. Sebagaimana kita bersatu melawan pencurian terhadap hak cipta intelektual seperti batik misalnya. Atau persatuan itu terjadi karena sejarah dan penderitaan bersama selama ratusan tahun, yang membuat segala perbedaan kita : agama, etnis, tradisi, adat-istiadat, kebiasaan, bahasa, dan lain-lain, menjadi tidak lebih penting dari hasrat kita menjadi suatu bangsa yang merdeka dan satu.

Cerita ini juga menggambarkan bahwa dalam masalah keterampilan dan kepintaran, bangsa Indonesia sudah cukup teruji, hanya saja pembinaan moral yang masih rentan. Ini merupakan PR penting buat politik pendidikan kita di masa depan , yang harus lebih memacu humaniora.

Pertunjukan ini akan menampilkan para pemain Dwi Hastuti, Bambang Ismantoro, Ucok Hutagaol, Laila Uliel, Ari Sumitro, Denpis Cahaya, Rukoyah, Taksu Wijaya. Penata Artistik Izul Ramdhani, Penata music oleh Ramdan, dan penata rias oleh Peni Muhaji.

Teater Mandiri didirikan, dipimpin dan disutradari oleh Putu Wijaya sejak 1971. Setiap tahun tampil di Taman Ismail Marzuki, Gedung Kesenian Jakarta, serta beberapa kota di luar Jakarta. Telah bermain di Amerika, Brunei, Singapura, Taiwan, Hongkong, Jepang, Jerman, Korea, Mesir, Praha. Bratislava.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini, silahkan menghubungi panitia :

Pendaftaran lomba : Anin (0857 7167 3936) atau Rukoyah (0857 1105 1105 2022)

Tiket “JGERR” : Cahya (0812 8038 8438)