Kethoprak Conthong Yogyakarta Mempersembahkan “Lampor”

Kethoprak Conthong Yogyakarta Mempersembahkan “Lampor”

Tanggal : 29 Desember 2015

Lokasi : Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta

Ketika nafsu menutup mata manusia terhadap alam sekitarnya, maka bencana pun melanda seluruh penghuni alam raya. Banyak orang mengaitkan kejadian demi kejadian alam tersebut dengan aroma mistis yang kental. Namun kami coba melogikakan dengan bahasa pertunjukan kami yang sangat berbeda. 

Dunia binatang dan dunia manusia selalu berjalan berdampingan. Baik manusia nyata maupun yang tak kasat mata, begitu juga dengan dunia binatang. Keduanya pun harus berdamai dengan alam agar tetap hidup dan berkembang biak. Namun, petaka datang bergantian ketika nafsu manusia telah melampaui kodratnya. Manusiapun mengolah apa saja yang ada di alam sekitarnya untuk kepentingannya. Hal inipun terjadi ketika runtinitas gunung Merapi mengeluarkan isi perutnya untuk menghidupi makhluk sekitarnya dimanfaatkan oleh manusia dengan semena-mena.

Cangkul dan gerobak sapi yang awalnya dipakai manusia untuk mencukupi kebutuhannya akan material gunung Merapi berubah drastis dengan Back Hoe dan Truck Dum. Manusia kini merasa tak cukup lagi jika hanya menggunakan cangkul dan gerobak sapi untuk mencukupi mulutnya yang kini telah sebesar kawah Merapi. Apa yang kemudian terjadi? Apakah manusia mampu kembali berdamai dengan binatang, dan alam?

Saksikanlah pertunjukan Ketoprak Conthong Yogyakarta dalam lakon berjudul “Lampor”, Karya Susilo Nugroho, Sutradara Marwoto Kawer dan Susilo Nugroho. Kegiatan yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini digelar di Gedung Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, hari Selasa dan Rabu, 29 dan 30 Desember 2015, pukul 19.30 wib. 

Informasi kegiatan silahkan menghubungi panitia :
Tedjo Badut : 0899 688 0778 / 0899 688 0778 
Info Seni Jogja : 0877 3837 1295