"Kikis Tunggorono", Karya Wayang Orang Bharata

"Kikis Tunggorono", Karya Wayang Orang Bharata

Tanggal : 4 Juli 2015

Lokasi : Gedung Wayang Orang Bharata, Jalan Kalilio 15, Senen, Jakarta

Bakti Budaya Djarum Foundation kembali mendukung karya Wayang Orang Bharata, kali ini menampilkan judul “Kikis Tunggorono”. Pertunjukan akan berlangsung pada tanggal 4 Juli 2015, pukul 20.00 WIB, di Gedung WO Bharata, Jl. Kalilio No. 15, Senen, Jakarta.

Pertunjukan ini menceritakan kisah perebutan wilayah Tunggorono yang diakibatkan karena kesalahpahaman yang terjadi sejak jaman Prabu Pandu Dewanata. Wilayah Tunggorono yang sebenarnya berada di area Kerajaan Pringgondani menjadi rebutan antara Boma Narakasura dengan Gatotkaca. Setelah melalui pertarungan antara Boma Narakasura dengan Gatotokaca, Tunggorono akhirnya kembali menjadi hak milik Gatotkaca.

Sutradara pertunjukan Kikis Tunggorono adalah Nugroho Aprihadi, naskah ditulis oleh Undung Wiyono, penata gending Kadar Soemarsono, Koreografer Dewanto Listyo Sasongko dan Groho Widagdo, sedangkan artistik ditangani oleh Agus Prasetyo “Dede”.

Informasi lebih lanjut mengenai pertunjukan, silahkan menghubungi : Bapak Yunus 0856 1211 842

Sekilas mengenai Kelompok Wayang Orang Bharata :

Sebagai punggawa seni panggung tradisional di DKI Jakarta, Wayang Orang (WO) Bharata telah dengan gigih mempertahankan dan mengembangkan pertunjukan wayang orang sejak didirikan pada 5 Juli 1972. Perjuangan para seniman yang terdiri atas penari, pengrawit, pesinden, dan lain lain ini bukan tanpa onak duri. Namun di sisi lain, tekad dan kesungguhan para awak WO Bharata dalam melestarikan kesenian warisan para pendahulunya ini pun telah mendapatkan berbagai bentuk penghargaan dan pengakuan, terbukti dari seringnya kelompok ini mengharumkan nama Ibu Pertiwi di pentas manca negara sebagai duta budaya bangsa.

Meski demikian, WO Bharata menyadari bahwa segala prestasi yang telah dicapai tersebut tidak lepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak. Mulai dari para rekan seniman yang senantiasa memberikan inspirasi dan semangat berkreasi, para pendukung yang ikut mengantar suatu gagasan dari tataran pemikiran ke ranah perwujudan, hingga para penggemar setia dan generasi baru peminat kesenian tradisi yang menjadi tolak ukur utama keberhasilan suatu pergelaran.

Dengan adanya dukungan tersebut, WO Bharata semakin yakin bahwa pelestarian wayang orang ini akan tetap terjaga dan WO Bharata juga selalu berusaha mengembangkan kesenian adiluhung ini dengan memadukan bentuk-bentuk kesenian modern tanpa menghilangkan akar budaya yang ada.