Konser 25 Instrumen Ansambel Kolintang Inspirasi Indonesia

Konser 25 Instrumen Ansambel Kolintang Inspirasi Indonesia

Tanggal : 24 Agustus 2013 s/d
30 November -0001

Lokasi :

Partisipasi segenap elemen masyarakat menjadi sangat strategis ketika promosi kebudayaan bangsa Indonesia justru berdengung kencang setelah adanya klaim kepemilikan oleh negara tetangga yang notabene serumpun. Sebuah kesadaran menjadi sebuah kepentingan massal berbangsa untuk menyadari, bangsa dengan 1.128 suku bangsa, 746 bahasa daerah, 3000 tarian adat dan 28 alat musik khas ini membutuhkan daya yang sangat tinggi dan kerja keras yang bersatu padu untuk pelestariannya. Jika diseriusi dengan baik, kesadaran ini akan berbuah lahirnya ribuan organisasi pelestari budaya, minimal bertanggung jawab terhadap budaya yang dihidupinya sehari-hari.

Berangkat dari kesadaran itu, lahir Sanggar Bapontar, yang adalah buah dari rasa kesadaran terhadap tanggung jawab kebudayaan yang memilih fokus pada pelestarian kebudayaan Minahasa. Didirikan oleh Beiby Sumanti di Jakarta, 7 Februari 2002, Sanggar Bapontar berupaya melakukan pelestarian kebudayaan Minahasa justru bukan dari tanah Minahasa tetapi dari tanah rantau Jakarta dan berusaha menjadi 'cahaya' untuk lahirnya 'kesadaran-kesadaran' baru serupa di Minahasa dan daerah lainnya di seluruh dunia tempat dimana orang Minahasa berpijak dan hidup.

Di tahun ke-11, Sanggar Bapontar didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan: "Konser 25 Instrumen Ansambel Kolintang Inspirasi Indonesia". Sebuah konser pertama dan satu-satunya di dunia yang menampilkan buah teori dan teknis Almarhum Fanny Lesar, Kolintang Technical Expert For ISO 2009 Of PT.Yamaha Manufacturing yang hingga akhir hayatnya berdedikasi tinggi pada penyelesaian 25 alat musik Kolintang dengan fungsi dan bunyi berbeda di Sanggar Bapontar. Inilah sebuah pagelaran pertama kalinya, alat musik tradisional Minahasa bernama Kolintang terdiri dari 25 instrumen dan diramu dalam sebuah orkestra agung.

Pagelaran ini akan dikemas dalam bentuk Drama Musikal Orkestra dengan mengambil beberapa bagian dari layar lebar berjudul 'Kolintang Never Die' yang pernah diproduksi oleh PT.Bapontar Dunia pada tahun 2011. Film ini mengisahkan 'Waraney' putera Minahasa yang memperjuangkan kolintang hingga mampu dikenal dunia. Sejumlah pengisi acara yang akan terlibat ialah Bapontar Dunia, Bapontar Kids, Abdee Negara Slank, Gideon Tengker, Yoyo Bassman, Donna Oriza (MC), Katrili ITINDO, Tari Lenso Bapontar dan sejumlah artis Ibu Kota lainnya.

Sanggar Bapontar menyadari sejarah sebagai benang merah penting dalam perkembangan kebudayaan bangsa, maka Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) akan menjadi saksi sejarah pula didengungkannya 25 instrumen Kolintang Sanggar Bapontar untuk pertama kalinya bagi Indonesia pada 24 Agustus 2013 jam 18.00 WIB.

Inilah hadiah bagi Bangsa Indonesia dari putera-puteri Minahasa di hari jadinya yang ke-68 tahun. Semoga menjadi awal bagi komitmen utuh seluruh masyarakat untuk lestarinya budaya Indonesia bagi keberlangsungan peradaban Bangsa.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini, silahkan menghubungi panitia :
Beiby Sumanti : 0811 156 557
Randy Lolong : 0813 1876 1526