KUNOKINI : Kembali Ke Akar Untuk Merdeka

KUNOKINI : Kembali Ke Akar Untuk Merdeka

Tanggal : 24 Agustus 2014 s/d
30 November -0001

Lokasi : Tugu Kunstkring Paleis, Jalan Teuku Umuar No. 1, Menteng, Jakarta.

Sejak berkolaborasi bersama dalam Festival Folklore di Wismar, Jerman, pada tahun 2003, KunoKini semakin ajeg menghidupkan antusiasme dan nasionalisme dengan memanfaatkan kekayaan instrumentalia tradisional milik bangsanya sendiri, Indonesia. Kenikmatan bermusik dengan alat-alat musik asli Indonesia pun bereksplorasi dengan harmonis, menyatukan bunyi-bunyian seruling Sunda, taganing Batak, kerang Irian, gendang Jawa, gendang Betawi, rebana Biang, serunai, sampelong dan saluang dari Padang, hingga alat modifikasi buatan KunoKini yang diberi nama sokoguru yaitu satu set Rebana dari Padang yang dibuat menjadi semacam drumset ala KunoKini.

Debut album Reinkarnasi yang dirilis tahun 2010 adalah bukti bahwa alat musik tradisional Indonesia tidak kalah bersaing dengan alat musik konvensional dari barat. Satu tahun kemudian setelah album Reinkarnasi tersebut rilis, KunoKini menggelar konser tunggal pertama di Gedung Kesenian Jakarta berjudul sama seperti debut Album: Reinkarnasi. Secara produksi, konser tunggal Reinkarnasi terbilang sebagai salah satu maha karya panggung KunoKini.

Pada tanggal 26 bulan Oktober 2013 KunoKini menggelar konser tunggal 'Kembali ke Akar' di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, dengan konsep sederhana dan menceritakan perjalanan anak manusia Indonesia dalam menemukan jati diri berbangsanya. Lalu pada tanggal 10 Desember KunoKini kembali menggelar konser tunggal bertajuk 'Masa Lalu Untuk Masa Depan' yang merupakan konser retrospektif menceritakan perjalanan KunoKini selama 10 tahun dalam perjuangannya memperkenalkan alat-alat musik tradisional.

Konser 'Kembali ke Akar' kembali dipanggungkan di Jogjakarta dan Bandung pada tanggal 9 Maret dan 22 Juni 2014 dengan konsep yang berbeda-beda. Di Jogjakarta panggung KunoKini disemarakan oleh bintang tamu seperti Wukir dari Senyawa, Nova dari Filastine serta dibuka oleh grup lokal Dendang Kampungan dan dekorasi panggung berhiaskan kereneng yaitu tempat telur tradisional Indonesia. Sedangkan di Bandung KunoKini berbagi panggung dengan grup musik segenre yaitu Matajiwa dan Parisude serta gimmick berupa visual mapping di depan panggung.

Pada hari Minggu, 24 Agustus 2014, KunoKini akan mempersembahkan komposisi musik uniknya berjudul 'Kembali ke Akar Untuk Merdeka' di Tugu Kunstkring Paleis. Pada panggung kali ini yang merupakan edisi spesial 'Kembali ke Akar', KunoKini akan menghadirkan penampilan seperti manual audio panning dan video pembuka yang menceritakan tentang konsep kembali ke akar itu sendiri. Dalam durasi satu setengah jam, Kunokini akan menghadirkan kolaborasi suara dan visual yang memikat menceritakan perjalanan seorang pemuda Indonesia yang mencari jati dirinya dalam berbangsa, bertanah air, berkarya demi negeri yang ia sangat cintai dan selalu terpanggil untuk kembali ke akarnya.

Info lebih lanjut : thegallerykunstkring@tuguhotels.com atau hubungi nomor telp . 021 3900 899