"Lalube", Jagongan Wagen Edisi Februari 2016

"Lalube", Jagongan Wagen Edisi Februari 2016

Tanggal : 27 Februari 2016

Lokasi : Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), Ds.Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Tubuh, dipercaya, menyimpan/merekam begitu banyak peristiwa dari kali pertama kita lahir hingga tubuh tumbuh dan berkembang menjadi seperti saat ini.Tradisi ketubuhan perlahan-lahan akan terbangun dan terbentuk tanpa harus dibentuk-bentuk, seiring dengan banyaknya peristiwa (yang muncul saat tubuh fisik berinteraksi dengan apa saja yang berada dalam satuan ruang waktu tertentu) yangkita berikan pada tubuh. Dalam dunia tari, agar potensi tubuh yang sedemikian besar dapat dikuasai,kita membutuhkan keseimbangan antara wacana dan wahana ketubuhan itu sendiri melalui sebuah proses yang disiplin dan konsisten.

Sementara kemajuan teknologi, terutama denga nmunculnya social media, menimbulkan penurunan kualitas tubuh tari karena berkurangnya proses introspeksi, komunikasi dan eksplorasi diri berdasarkan ruang waktu. Banyak halseolah-olah dapat terselesaikan atau pun terwakilkan melalui berbagai posting yang berada pada jendela-jendela media.Rangkaian kata dan gambar diam ataupun bergerak menjadi mediator untuk berkumunikasi.

Kehadiran dan keberadaan tubuh perlahan-lahan dikesampingkan.Usaha dan pola tindak lakumen jadi tidak begitu berarti,dibanding kecepatan kita memasang untaian kata-kata pada wall social media; peran tubuh tergantikan.Begitu banyak penawaran dan gambaran tentang zona kenyamanan personal, menguatnya rasa individualisme, dan rasa ke-aku-an, untuk dilihat dan diakui.Ketidakpedulian dan manipulasi identitas terjadi begitu saja secara sadar atau tidak tersadari demi sebuah kepentingan dan kenyamanan pribadi.

Fenomena ini menciptakan sebuah trap (jebakan) yang berisi dengan jutaan partikel yang membius tubuh, hingga perlahan-lahan ia mati  tanpa sempat merasakan apapun melalui tubuhnya secara maksimal. Rantai keseimbangan lambat laun berkarat terkikis dan terputus.
Karya ini menyatakan sebuah gambaran dan bentuk laku-laku tubuh yang mungkin terjadi di masa depan,jika terus menerus berlangsung ketidakseimbangan antara prilaku tubuh dengan berbagai asumsi dan wacana yang dimiliki. Khususnya pada tubuh tari karena tari bukanlah mengenai hasil akhir karya saja, yang muncul dengan mudah setiap kali kita mengatakan “abakadabra” dan semata-mata mengenai kemasan ataupun tabungan pujian dari sebuah kerberhasilan akhir.

Proses komunikasi antara pikiran, gagasan, serta tubuhsebagai mediator bahasa ungkap dan cara tubuh itu sendiri berlaku dan bergerak hingga dikatakan hidup merupakan point utama esensi mendasar pada tari, sepakat atau tidak itulah tari yang saya pahami.

Dalam Jagongan Wagen Edisi Februari 2016, Seniman yang menjadi inisiator karya ini adalah seorang penari bernama Ari Ersandi.Untuk mewujudkan gagasannya, Ari mengajak sejumlah penari.Berikut ini adalah penari yang akan terlibat dalam Jagongan Wagen Edisi Februari 2016:

1.    Ari ersandi
2.    Ikhsan Bastian
3.    I PutuBagus Bang Sada
4.    Silvia DewiMarthaningrum
5.    RiniUtami
6.    R.A. RenataAstria

Jagongan Wagen Edisi Februari 2016 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 27 Februari 2016, pukul 19.30 WIB, bertempat di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Ds. Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Jagongan Wagen

Jagongan Wagen (JW) merupakan salah satu bentuk program presentasi seni Padepokan Seni BagongKussudiardja (PSBK) yang digulirkan untuk membawa masyarakat seni dan selain seni untuk bersama dan berpartisipasi dalam mengembangkan imajinasi dan kapasitas belajar kreatif, di dalamdanmelaluipraktekpertunjukan di PSBK. Setiapbulan, PSBK memfasilitasi proses bagiseniman-senimanbelajarsecarakolaboratif, dalam menciptakan dan menyajikan kekuatan artisitik berkesenian yang bersifat individual dan kolektif.

Padepokan Seni BagongKussudiardja (PSBK)

PSBK didirikan dan dibangun oleh Alm.Bagong Kussudiardja pada tahun 1978.Keberadaan PSBK sejak awal berdirinya, telah menjadi pusat perhatian atas pertumbuhan dan perkembangan nilai seni yang ada di kesenian, baik yang diwujudkan untuk keindahan hidup manusia dan masyarakat.Kehidupan hidup manusia dan masyarakat yang indah tercipta melalui proses belajar yang diciptakan oleh PSBK bersama dengan seniman dan masyarakat luas mengenai arti seni di PSBK. PSBK memperluas visi yang dirintis dan diinspirasi oleh Alm.Bagong Kussudiardja yang percaya bahwa kehidupan seni memberikan kontribusi untuk perkembangan ide-ide, cita-cita dan nilai-nilai bagi kehidupan manusia untuk terciptanya manusia yang berdaya.


Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
Ds. Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, DIY
Tel./Fax.: +62(0)274/ 414-404
Email    : info@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id
FB       : padepokansenibagongkussudiardja
Twitter  : @PSBK_Jogja