"Menara Ingatan", Jagongan Wagen Edisi April 2016

"Menara Ingatan", Jagongan Wagen Edisi April 2016

Tanggal : 30 April 2016

Lokasi : Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), Ds.Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Pada April 2016, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) memberikan kesempatan kepada seniman musik, Yennu Ariendra, untuk mempresentasikan karyanya untuk kali pertama (premiere) di Jagongan Wagen Edisi April 2016.

Yennu Ariendra adalah seorang komposer musik, sound designer, sutradara pertunjukan, penulis lagu, musisi multi-instrumentalist, sound engineer, video and graphic designer. Karir pertama sebagai komposer musik adalah ketika terlibat dalam proyek “Waktu Batu III”?(Teater Garasi, 2003). Disamping menggunakan peralatan digital untuk menciptakan suara dan musik, ia juga menggunakan barang-barang non-musikal, seperti peralatan dapur, sampah, found object, instrument yang rusak, dan lain-lain. Karya-karyanya meliputi original scoring, lagu dan sound effect untuk pertunjukan musik, teater, tari, teater boneka, film, instalasi, iklan, video art dan lain sebagainya. Saat ini bekerja di Teater Garasi, band rock “Melancholic Bitch”, band elektronik ”Belkastrelka” dan studio Pintu Kecil Lab. Kali ini Yennu Ariendra menerima tantangan dari PSBK untuk menggarap sebuah karya dan berkolaborasi dengan seniman-seniman lain dalam ruang Jagongan Wagen.

Melalui proses fasilitasi penciptaan karya yang akan berjalan selama kurang lebih satu bulan, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) mempersembahkan “Menara Ingatan”, Jagongan Wagen Edisi April 2016.

Menara Ingatan adalah sebuah pertunjukan musik lintas disiplin. Pertunjukan ini berangkat dari atau meminjam bentuk kesenian Gandrung. Gandrung adalah sebuah kesenian tradisional dari kabupaten Banyuwangi, yang terletak di ujung timur pulau Jawa. Dalam beberapa penelitian pernah dilakukan sejumlah seniman lokal Banyuwangi, lirik Gandrung berkaitan dengan sejarah kekerasan yang berlangsung di masa lalu. Blambangan (sebutan lama Banyuwangi) di abad 17-18 menjadi perebutan kekuasaan antara Mataram (Jawa, Islam) dan Gelgel dan Mengwi (Hindu, Bali) yang melibatkan VOC dan Inggris. Demi kepentingan ekonomi dan politik, segala cara dilakukan untuk merebut kekuasaan, seperti penggunaan identitas keagamaan, isu SARA ataupun politik memecah belah. Sebuah asumsi muncul, apakah yang terjadi masa lalu itu adalah sebuah cerminan atas isu kekerasan di masa sekarang? Apakah demokrasi yang seharusnya melahirkan persaingan yang sehat, telah memunculkan politik oligarki? Apakah pergesekan-pergesekan kepentingan antar kelompok, telah mendorong kita untuk memanfaatkan isu-isu primordial berbau SARA demi kepentingan pribadi atau kelompok?

Dalam Jagongan Wagen Edisi April yang berjudul Menara Ingatan ini, Yennu Ariendra mengajak sejumlah seniman untuk mewujudkan gagasannya dalam Jagongan Wagen Edisi April 2016, yaitu:
1. Asa Rahmana (penulis lagu, penyusun naskah, penyanyi)
2. Silir Pujiwati (Sinden)
3. Andi Meinl (Musisi)
4. Erson Padapiran (Musisi)
5. Raphael Donny (Videografer)

Jagongan Wagen Edisi April 2016 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, akan dilaksanakan pada tanggal 30 April 2016, pukul 19.30 WIB, bertempat di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Ds. Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Jagongan Wagen (JW)
Jagongan Wagen (JW), adalah ruang masyarakat seni dan selain seni untuk bersama-sama berpartisipasi  dalam proses pengembangan imajinasi dan kapasitas belajar kreatif, melalui praktik pertunjukan di PSBK. Sebagai ruang eksplorasi, ekspresi dan belajar, Jagongan Wagen secara nyata mengedepankan bentuk dan isi dari kekuatan kesenian, melalui penciptaan dan pementasan pertunjukan seni. Kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan dan difasilitasi oleh PSBK, merupakan proses bagi seniman-seniman untuk secara kolaboratif belajar menciptakan dan menyajikan kekuatan artisitik berkesenian, baik yang bersifat individual maupun kolektif.

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)
PSBK, yang didirikan dan dibangun oleh alm. Bagong Kussudiardja pada tahun 1978, sejak awal berdirinya  memberikan serta menjadi pusat perhatian atas pertumbuhan dan perkembangan nilai seni yang ada di kesenian, baik yang berwujud keindahan hidup manusia dan masyarakat maupun karya itu sendiri. PSBK, bersama dengan seniman dan masyarakat luas serta melalui proses belajar seninya, berusaha menciptakan kehidupan hidup manusia dan masyarakat yang indah. Dengan demikian PSBK mengembangkan dan memperluas visi Alm. Bagong Kussudiardja mengenai peran kehidupan seni dalam memberikan kontribusi untuk perkembangan ide-ide, cita-cita dan nilai-nilai bagi kehidupan manusia untuk terciptanya manusia yang berdaya.

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
Ds. Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, DIY
Tel./Fax.: +62(0)274/ 414-404
Email: info@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id
FB: padepokansenibagongkussudiardja
Twitter: @PSBK_Jogja