dan diskusi tent" /> dan diskusi tent" /> Modern Library Of Indonesia Tahun 2011 - Situs Budaya Indonesia dan diskusi tent">
Modern Library Of Indonesia Tahun 2011

Modern Library Of Indonesia Tahun 2011

Tanggal : 19 Mei 2011 s/d
30 November -0001

Lokasi : Jakarta

Yayasan Lontar bekerja sama dengan Djarum Foundation akan meluncurkan buku "Modern Library of Indonesia" dan diskusi tentang "Kebangkitan Sastra Indonesia di Panggung Dunia", dengan Putu Wijaya, Dewi Lestari, John McGlynn, dan Mira Lesmana sebagai pembicara dan Tina Talisa sebagai moderator pada hari ini.

Menurut Renitasari, Program Director-Bakti Budaya Djarum Foundation, Seri buku "Modern Library of Indonesia" ini diterbitkan karena kami sadar bahwa sastra adalah bagian kebudayaan yang penting. Ini sekaligus menjadi usaha untuk meningkatkan peranan sastra di panggung dunia". Tak dapat dipungkiri, melalui sastra terpancar kehidupan, emosi, dan perkembangan sebuah bangsa. Indonesia mempunyai potensi yang besar di bidang sastra namun masih kurang dikenal di dunia Internasional dan usaha ini perlu dilalukan agar karya sastra Indonesia dapat dibaca oleh dunia Internasional.

"Melalui sastra Indonesia, inspirasi dalam mencipta skenario film kerap muncul. Saya sendiri berharap sastra Indonesia tak hanya dikenal luas oleh dunia barat melainkan juga oleh masrakat Indonesia sendiri",tutur Mira Lesmana, yang turut mengangkat pamor sastra Indonesia melalui film Bumi Manusia, yang berasal dari novel Pramoedya Ananta Toer.

"Oleh karena itu, Yayasan Lontar didirikan," kata John McGlynn, penyunting seri Modern Library, menambahkan. "Melalui Modern Library of Indonesia, pembaca asing tak hanya dapat mengikuti perkembangan sastra Indonesia dari zaman ke zaman; melalui buku-buku yang diterbitkan dalam seri tsb., pengamat luar akan dapat lebih menghayati kekuatan politik dan sosial yang ikut mengejawantakan negara Indonesia."

 

Tak dapat disangkal bahwa sastra Indonesia kurang dikenal di luar negeri. Putu Wijaya berkisah: "Pada tahun 1985 saya diundang mengikuti festival sastra Horisonte di Berlin. Seorang penyair Amerika bertanya, apakah saya dari Filipina? Ketika saya jawab saya dari Indonesia, dia terkejut dan kembali bertanya, apa di Indonesia ada sastrawan? Setahunya hanya seni pertunjukan tradisional."

Seri yang menjadi salah satu program Yayasan Lontar dan berupa terjemahan bahasa Inggris karya-karya sastra Indonesia ini dianggap penting serta berharga dalam menyuarakan zamannya, dimulai dari periode awal sastra Indonesia yang dianggap modern, yaitu tahun 1920-an hingga karya sastra terkini. Saat ini, telah terbit sepuluh judul pertama. Dalam tiga tahun mendatang diharapkan terbit 50 judul agar dunia dapat mengenal dan mendokumentasikan sejarah perkembangan masyarakat Indonesia melalui sastra.