Njajah Desa Milang Kori : Banowati Janji (Remong Batik)

Njajah Desa Milang Kori : Banowati Janji (Remong Batik)

Tanggal : 23 Agustus 2015

Lokasi : Teater Wayang Indonesia, Gd. Wayang Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah

Wayang Orang LPP RRI Surakarta yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan pertunjukan berjudul Njajah Desa Milang Kori : Banowati Janji (Remong Batik) pada tanggal 23 Agustus 2015, pukul : 15.00 WIB, bertempat di Teater Wayang Indonesia, Gedung Wayang Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah.

SINOPSIS BANOWATI JANJI :

Banowati yang mencintai satria penengah Pandawa, Raden Permadi ternyata akan dinikahkan dengan Prabu Duryudana, Raja Astina. Dalam hati kecilnya memberontak karena ia tidak mencintai Duryudana namun tidak memiliki pilihan lain harus menuruti perintah ayahnya, Prabu Salya.

Banowati memberikan syarat kepada Duryudana bahwa ia akan menikahi Raja Astina tersebut bila menemukan satria bagus tanpa cacat sebagai ahli paesnya. Arjuna yang kecewa karena merasa ditinggalkan oleh Banowati menyepi di tengah hutan dan bertemu rombongan Kurawa yang sedang mencari juru paes pengantin satria bagus tanpa cacat syarat dari Banowati.

Banowati sangat terkejut mendapati Arjuna bersedia menjadi juru paesnya. Padahal seandainya Duryudana tidak mampu menemukan juru paes itu maka pernikahan tidak akan terjadi dan Banowati bisa bersama Arjuna selamanya. Namun sebaliknya dengan pemikiran Arjuna, ia berpikir dengan menjadi juru paes ia dapat bertemu dengan Banowati.

Semuanya sudah menjadi terlanjur di tengah kesalahpengertian ini. Akhirnya Banowati menikah dengan Prabu Duryudana dan di tengah perayaan, datanglah Prabu Joyolengkoro yang jatuh cinta pada Banowati berniat membawa pergi Banowati. Dengan ajian sirep miliknya ia membuat semua yang hadir tertidur.

Namun ketika Prabu Joyolengkoro hendak meraih Banowati, ia melihat ada gadis yang juga cantik yaitu Bratajaya, ia mengurungkan niatnya membawa Banowati melainkan Bratajaya. Bratajaya tersadar ketika sudah dalam genggaman Prabu Joyolengkoro dan berteriak ketakutan. Prabu Joyolengkoro melarikan diri dan membawa remong milik Bratajaya.

Prabu Baladewa, Kresna menghampiri Bratajaya yang merajuk kehilangan remong kesayangannya. Tak lama kemudian datang Permadi membawa remong yang sama dan sempat dianggap pencurinya. Kembali terjadi salah paham. Remong yang dimiiliki Permadi ternyata pemberian Banowati. Akhirnya Arjuna membantu mencarikan remong milik Bratajaya.

Sekilas tentang “Njajah Desa Milang Kori”

Njajah Desa Milang Kori (NDMK) dalam bahasa gaul disebut “road show” atau pentas keliling. Ini merupakan kegiatan unggulan Wayang Orang RRI Surakarta, yang telah berlangsung semenjak 2012. Dalam istilah bahasa Jawa istilah bahasa Jawa yang kurang lebih artinya: menjelajah Desa membilang menghitung Kori (pintu). Secara luas memiliki makna menjelajah dari tempat satu ke tempat yang lain. Dengan demikian tekanan makna istilah NDMK bukan hanya kata 'desa' tetapi juga dimanapun tempat, termasuk juga kota.

Pentas NDMK adalah bagian dari upaya nyata mendekatkan wayang pada publik; Publik di sini memiliki makna masyarakat yang lebih luas, meliputi kewilayahan, usia, tingkat pendidikan, kemampuan ekonomi, profesi, status sosial dan sebagainya; Jadi diharapkan semua merasa memiliki dan mencintai wayang.

Tiket dan Reservasi :
Wulan : 0852 1921 4341
Nanik : 0815 1600 831