Pameran Seni rupa 'Giant Scroll' dan pertunjukan 'RAHWANA SINTA'

Pameran Seni rupa 'Giant Scroll' dan pertunjukan 'RAHWANA SINTA'

Tanggal : 24 November 2012 s/d
30 November -0001

Lokasi : Bentara Budaya Jakarta, Jl. Palmerah Selatan No. 17, Jakarta

Bakti Budaya Djarum Foundation mendukung pertunjukan drama yang berjudul Rahwana Sinta. Pertunjukan ini akan diadakan di Pentas Teater, Pameran Seni rupa “Giant Scroll”, Bentara Budaya Jakarta, Jl. Palmerah Selatan no.17 Jakarta, 24 - 27 November 2012. Untuk jadwal pertunjukan ini adalah dari tanggal 24 – 25 November 2012, sedangkan pameran seni rupa akan berlangsung hingga tanggal 27 November 2012.

Pertunjukan pementasan drama ini di supervisor oleh Ken Zuraida di sutradarai oleh Ocky Sandilemon dan didukung oleh tim manajemen dan produksi: Kurnia Fajar (produser eksekutif), Citra R. Amalia, Dina Safitri Quraisy, dan Abner Raya Midara. Adapun aktor utama oleh Ocky Sandilemon, Maryam Supraba, Angin Kamajaya, Cenning Tenri Waru, Nastiti Elwindari dan Pambayun Siam Sari. Serta Elly D. Luthan (fotografer), Sulistyo Tirtokusumo (kurator gerak), Ipong Purnomo Sidhi (kurator seni rupa), Bujel Di Puro (pencipta musik) dan Yusuf Setiawan Suardi (tata panggung/ teknik).

Mengapa Rahwana Sinta?
Selain membawa dan menawan Sinta, istri Rama, Rahwana dalam beberapa keterangan dikenal sebagai Raja Alengka dari Dinasti Matahari keturunan Raksasa/Raksha/ Pelindung/Penjaga, berdarah Brahmana dan Dewa, seorang Buddhis Mahayana pemuja taat Dewa Siwa, Mandraguna penakluk tiga dunia, terpelajar, seniman pencipta alat musik Ravanahatta dan Nyanyian/Tarian Siwa, penemu ramuan ayuvedic, ahli strategi perang, pemimpin dari peradaban dan teknologi paling tinggi di masanya yang begitu dikenang serta dipuja banyak orang termasuk wanita, terutama di negerinya.  Ini hal yang menarik untuk dikaji tentang mengapa nasib Rahwana yang musuh-musuhnya menghukum dia dengan dihapus semua warna putih dirinya, hanya karena perasaan cinta yang tak tertahankan kepada Sinta, yang dia sendiri tidak mampu melawannya?

Kemudian dia dinyatakan kalah dalam perang melawan Rama. Dia akhirnya jatuh dalam hasrat, jatuh dalam asmara, jatuh dalam cinta, juga jatuh kariernya sebagai manusia dan maharaja. Seiring dengan itu, seakan citranya pun menghitam bersatu dengan kekalahannya dan dikabarkan ke seantero jagat oleh Rama/Para Pemenang Perang/Musuh-musuhnya, sambil memberi julukan kepada Maharaja Alengka itu: Sang Angkara!

Rahwana Sinta dipilih dan dipentaskan sebagai refleksi bahwa hakekatnya tidak ada kepribadian hitam atau putih yang sempurna dalam diri seseorang. Hitam dan putih adalah satu balutan. Dan di antara itu selalu ada beberapa bagian yang abu-abu yang kadang kita menerimanya dengan alasan agar hitam dan putih itu tetap stabil.

Untuk informasi tiket silahkan menghubungi Citra : 0815 8519 1999 / Arie : 0853 5359 9900