Pameran Seni Rupa Seabad S. Sudjojono

Pameran Seni Rupa Seabad S. Sudjojono

Tanggal : 13 Desember 2013 s/d
30 November -0001

Lokasi :

S. Sudjojono adalah sosok penting dalam dunia seni rupa Indonesia. Berbagai pihak menyebutnya sebagai “Bapak Seni Rupa Modern Indonesia” atas usahanya dalam mencari, membentuk dan membangun seni rupa yang berkarakter Indonesia. Hal ini dilakukan tidak saja melalui karya-karya seninya, namun juga dari ide-ide dan pemikiran-pemikiran revolusionernya, tulisan-tulisannya serta dari keterlibatannya secara langsung dalam mendirikan beberapa asosiasi seni pertama pada jaman penjajahan Belanda dan Jepang.

S.Sudjojono juga seorang pribadi yang unik, Dengan kepribadiannya yang kuat yang tergambarkan dalam karakter, pemikiran serta keterbukaannya terhadap semua orang. Selama masa hidupnya, ia dikenal sebagai seorang seniman yang produktif dan melahirkan karya kurang lebih sebanyak 500 lukisan, ratusan sketsa, manuskrip, ilustrasi, karikatur, tulisan dan kritik seni, keramik dan sebagainya. Mural di Bandar Udara Kemayoran dan relief di PLTA Jatiluhur juga merupakan hasil karya besarnya.

Sudah banyak pembahasan mengenai S. Sudjojono sebagai pelukis dan pemikiran-pemikirannya. Pengakuan pun telah diberikan kepadanya sebagai Bapak Seni Lukis Modern Indonesia. Tetapi siapakah sosok yang sangat kuat mewarnai kehidupan S. Sudjojono? Jawabannya terdapat dalam karyanya yang berjudul Si Optimis. Di lukisan tersebut S. Sudjojono menampilkan dirinya seolah sedang bersilat dengan bersenjatakan kuas dan bunga rose. Kuas adalah alat andalannya untuk melukis dan bunga rose adalah istri yang sangat dicintainya: Rosalina Wilhelmina Poppeck yang kemudian oleh S. Sudjojono diberi nama baru Rose Pandanwangi.

Bagaimana Rose yang penyanyi mezzo-soprano itu mewarnai kehidupan S. Sudjojono? Cuplikan surat dari S. Sudjojono berikut ini pastilah bisa memberikan gambaran tentang kuasa cinta seorang Rose kepada pelukis besar itu.

“..... Walaupun topan membelah kapal dan memukul berkeping-keping, saya tidak akan merasa sendirian. Bahkan sampai kematian di dasar laut, kita tetap bersama, dengan ciuman dan pelukan erat lengan-lengan kita yang abadi. Dan bila mereka mengangkat kita dari dasar laut, mereka akan membuat foto jasad kita dan menyebarkannya melalui koran-koran di seluruh dunia dengan berita istimewa tentang sebuah cinta dari dua seniman yang tidak pernah hilang. Ya, Rose, cinta seperti itu sangat hebat .....”

Menyambung gelombang kemeriahan peringatan Seabad pelukis S. Sudjojono, berbagai acara pra event pun diselenggarakan. Salah satu dari acara pra event tersebut adalah sebuah pementasan teater dengan judul PANDANWANGI DARI SUDJOJONO, sebuah pertunjukan teater kerjasama pasca sarjana IKJ yang disutradarai oleh Gandung Bondowoso, dikoreografi oleh Helda Yosiana dan dimainkan oleh salah satu pemain teater senior jajang C. Noer, juga Rose pandan wangi, istri dari Seniman S. Sudjojono. Pementasan teater tersebut diadakan di teater kecil TIM dengan durasi selama 60 menit. Kisah ini tentang cinta yang mengandung daya produktif. S. Sudjojono pun mengakuinya sebagaimana yang ia ungkapkan pada bulan Oktober 1970, “Saya menjadi sangat produktif sesudah saya merasakan cinta kasih Rose”.

Seperti sudah disebut sebelumnya, berbagai variatif acara akan digelar dan diadakan di berbagai tempat, tidak hanya di Jakarta, termasuk : pameran lukisan di Museum Topeng dan Wayang, Ubud, Bali dan di Nanyang Technological University di Singapura.

Adapun puncak acara pameran lukisan seabad S. Sudjojono akan diadakan pada 13 Desember 2013  - 13 Januari 2013, berlokasi di Museum Nasional, Jakarta. Pada pameran ini akan ditampilkan koleksi dari peninggalan seniman S. Sudjojono, baik lukisan, memorabilia, juga surat-surat cinta terhadap istri, teman dan sahabat peninggalan dari seniman.

Untuk info lebih lanjut mengenai pertunjukan, agar menghubungi, Vivin Pindesiyanti, Public Relations, email: prcommunications@rocketmail.com, telepon: 081294986293.