Pameran Tunggal Lukisan Abstrak #11 : "Bius Rupa AR. Soedarto"

Pameran Tunggal Lukisan Abstrak #11 : "Bius Rupa AR. Soedarto"

Tanggal : 21 Juli 2018 s/d
25 Juli 2018

Lokasi : Museum Kretek Kudus, Jl. Getas Raya, Kudus

Seni itu memberikan pleasure, memberikan keindahan, kenyamanan, artinya karya seni bisa jadi memberikan pengaruh yang menyenangkan kepada penciptanya maupun penikmatnya. Seni itu memikat, seni itu mengikat sensor inderawi, “menyihir” jiwa untuk bergulat dan berkecamuk di dalam simulasi makna dan pada akhirnya seni  itu mempertajam dan memperhalus mental (jiwa) seseorang.
           
Kaidah keindahan pada semua cabang kesenian pada prinsipnya hampir memiliki kesamaan. Karena pada dasarnya keindahan adalah simulasi emphirik  dari pengamatan inderawi terhadap obyek-obyek maknawi yang mengusik respon menta/jiwa seseorang. Goresan garis, sapuan warna yang membangun gradasi, melantunkan irama dan dinamika, maupun plastisitas karakter visual, komposisi bentuk, penyisaan bidang yang juga memunculkan aspek keruangan, ataupun juga pemberlakuan efek dan karakter artistik lewat pembubuhan tekstur, serta simbolisasi obyek dengan impresi-impresi tertentu adalah lahir sebagai ekspresi yang terstruktur oleh simulasi pengamatan inderawi secara emphirik.

Dengan demikian karya seni rupa juga memiliki daya “pukau” dan daya “bius” dalam mempengaruhi sistem mental bagi penikmatnya, ia bisa menjadi pembangkit semangat, melahirkan inspirasi baru dalam memahami realitas sebagai sumber makna, menghibur, membangkitkan inovasi-inovasi baru yang menggairahkan.

Pameran Tunggal  Ar. Soedarto  (67) yang ke 11 (sebelas) ini diselenggarakan di Museum Kretek Kota Kudus, Jawa Tengah, pada tanggal 21-25 Juli 2018, dan setelah 10 tahun yang lampau ini merupakan pameran yang ke dua kalinya ia selenggarakan di Kudus kota kelahirannya tercinta .

Dengan mengambil  tema “Bius Rupa Ar.Soedarto”, memaklumatkan pada kata kunci bahwa karya seni adalah simulasi makna yang memiliki “daya pukau” tersendiri  bagi penikmatnya. Sebab, secara sadar Ar. Soedarto memahami karya yang ia lahirkan adalah penjelmaan atau bentuk artikulasi  dari keter-“pukau”-an dirinya terhadap makna-makna yang ia peroleh sebagai mutiara perenungan yang mendalam [kontemplasi]. Jalur seni abstrak, ia pilih sebagai zona jati diri dalam berekspresi secara rupawi.    

Membaca kesenirupaan Ar.Soedarto, bentuk segitiga yang mengasosiasikan bentuk gunung atau gunungan pada wayang kulit, tabiat ornamentik dari barik-barik kaligrafi huruf Jawa [Honocoroko], mempertegas keterhubungan dirinya terhadap seni visual tradisional yang ia sulap dalam representasi  visual progresif (kekinian). Bentuk kekayon (gunungan wayang) dan kaligrafi Jawa [Honocoroko] yang bermuatan pada nilai-nilai kearifan lokal warisan tradisi juga memperjelas interteksnya terhadap kota Kudus di mana telah kondang identitasnya sebagai kota berakar budaya religi, kota yang unik dengan dua wali sekaligus, Sunan Kudus dan Sunan Muria.        

Yang lebih menarik dalam pamerannya yang mutakhir ini adalah inovasi baru dalam olah kolase. Kali ini ia memanfaatkan bekas-bekas keyboard komputer sebagai elemen ekspresi, selain muncul sebagai keunikan baru ala Soedarto, konteks kekinian menjadi lebih tegas muncul. Selaku warga era kontemporer secara fungsional keyboard komputer bisa jadi ter-interpretasi-kan sebagai produsen berjuta-juta narasi tentang kehidupan dengan multi maknanya, yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya.
 
Pameran ini digelar atas kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kudus, sebagai salah satu lembaga yang bertugas mengelola dan mengolah potensi kesenian di Kabupaten Kudus, dimana  Museum Kretek dan Taman Budaya mempunyai peranan yang sangat strategis terhadap peningkatan dan penguatan identitas masyarakat  Kudus terutama dibidang perkembangan berkesenian.

Diharapkan ini sebagai wahana peningkatan apresiasi masyarakat dan generasi muda Kudus terhadap kesenian khususnya seni rupa, serta mengajak [membius] seniman-seniman perupa Kudus agar tetap kreatif dan inovatif berkarya seni dan menjadikan kesenian sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pameran yang terbuka untuk umum ini berlangsung dari 21-25 Juli 2018, didukung oleh para penggiat seni, Bakti Budaya Djarum Foundation, Paper Gallery dan Designer DAA, akan dibuka secara resmi oleh Bupati Kudus Dr. Musthofa,SE,MM pada Sabtu malam 21 Juli 2018.

Sarasehan/dialog seni juga akan digelar ditempat yang sama pada hari Minggu, 22 Juli 2018, pukul : 10.00-12.00 WIB, dipandu oleh Kurator pameran Drs. Puguh S Warudju, MSn. (Dosen, Perupa, Penulis, dan Pengamat Seni), diharapkan yang hadir para komunitas seniman, guru-guru seni, kolektor, masyarakat umum  pecinta seni.

Perupa AR. SOEDARTO kelahiran Kudus, jebolan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Fakultas Hukum Unversitas Bung Karno telah menggelar 10 kali pameran tunggal dan beberapa kali mengikuti pameran bersama di berbagai kota di Indonesia. Pada tahun 1977 mendapat penghargaan lukisan terbaik pada Festival Seni Mahasiswa di Jakarta. Karya lukisnya telah banyak dikoleksi oleh para kolektor baik didalam maupun diluar negeri.

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi :
AR. Soedarto : 0811 188 503