Parade Pentas Sastra Yogya I/2016

Parade Pentas Sastra Yogya I/2016

Tanggal : 27 Januari 2016

Lokasi : Auditorium Lembaga Indonesia Perancis,Yogyakarta

Gelaran peristiwa kesenian ini diprakarsai dan diorganisir oleh Teater Dandang Yogya, pimpinan A. Untung Basuki, sebagai wujud sumbangsih yang tulus kepada dinamika kesenian di kota Yogya. Parade Pentas Sastra Yogya I/2016 yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation mengambil tema “Yogya Kalbu Nusantara”, dengan jadwal sebagai berikut :

1. Pentas Teater oleh Jengkel Teater Yogya

Judul                : “INI DADAKU”.
Karya               : Holworthy Hall.
Terjemah         : Sitor Situmorang di bawah judul “Hanya Satu Kali”.
Sutradara         :  J a p h e n s.
Hari                  : Rabu, Kamis.
Tanggal            : 27, 28 Januari 2016.
Pukul                : 19.45 – 21.15 wib.
Venue               : Auditorium Lembaga Indonesia Perancis Yogya.
Synopsis           :

Seorang Terpidana mati merahasiakan identitas pribadinya.
Kepala penjara menaruh kecurigaan besar dan lalu berusaha mengungkap siapa sebenarnya sang terpidana itu, namun usahanya sia-sia.

Ketika sang terpidana minta kehadiran seorang Ulama, ada secercah harapan Kepala Penjara sehingga permintaan tersebut dipenuhinya. Namun, untuk ke sekian kalinya usahanya kandas. Ulama yang didatangkan hanya diajak ngobrol sama terpidana. Identitas terpidana tetap tak terungkap secara gamblang.

Tiba-tiba datang seorang Gadis, atas rekomendasi Residen, berniat membuktikan bahwa sang terpidana adalah kakaknya yang telah delapan tahun menghilang. Ibunda Gadis sangat cemas atas nasib terpidana tersebut. Naluri seorang ibu mengatakan bahwa sang terpidana adalah anak kandungnya yang telah lama tidak pulang dari perantauan. Foto terpidana yang dimuat di surat kabar bersama dengan wawancaranya memberi keyakinan kepada ibunda Gadis bahwa sang terpidana adalah kakak kandung Gadis.

Pertemuan Gadis dengan Terpidana menjadi puncak keharuan drama satu babak ini. Gadis yang lugu, tingkah lakunya penuh kesopanan berada di tempat yang kontras dengan keadaan jiwanya, dan berhadapan dengan orang yang terbiasa keras dalam berkehidupan di kota besar Jakarta.


2. Pentas Puisi Tiga Kota (Yogya, Magelang, Purworejo)

Para Penyair         : Kedung Romansyah, Wahida, Wicahyanti, Umi Azzura, Sumanang, Ustadji PW, Sitoresmi Prabuningrat.
Materi Sajian         : Baca Puisi dan Musikalisasi Puisi.
MC                        : Dinu Imansyah (mhs S3 Kajian Seni Pertunjukan UGM).   
Hari, Tanggal        : Kamis, 4 Februari 2016.
Pukul                      : 19.30 – 21.30 wib.
Venue                   : Auditorium Pendhapa Art Space Yogya.
Spirit                      :

Pentas ini merupakan pameran eksistensi diri pribadi, ialah ketika seseorang mampu menyatukan dirinya dengan puisi di atas pentas.


3. Pentas Teater Kewajaran Kedua Jakarta

Judul                      : “Pertemuan dengan Roh Halus”.
Karya                     : Edi Haryono, adaptasi dari cerpen WS Rendra.
Sutradara              : Edi Haryono.
Hari, Tanggal        : Rabu, 17 Februari 2016.
Pukul                     : 19.30 – 20.30 wib.
Venue                    : Auditorium Pendhapa Art Space Yogya.
Synopsis                :

Seorang gadis yang telah meninggal datang kembali ke dunia fana dengan cara merasuki seseorang. Kedatangannya ingin berbagi dan curhat kepada kekasihnya. Terjadilah dialog-dialog yang mengungkap perbedaan situasi dari dua alam yang sedikit banyak masih berbau emosional. Gadis yang berkobar-kobar cintanya berbicara panjang lebar kepada kekasihnya yang tak dapat menerima kehadiran kembali si Gadis lantaran sudah berada di dunia lain.
Oleh Edi Haryono, drama berbau mistis ini dipoles dengan menampilkan beberapa karya musikalisasi puisi hingga menjadi drama mistis yang syahdu. Asyik.

4. Pentas Musik Bela Studio Jakarta

Judul                  : Nyanyian Puisi Cinta WS Rendra.
Karya Musik       : Group Bela Studio.
Hari, Tanggal     : Kamis, 18 Februari 2016.
Pukul                  : 19.30 – 22.00 WIB.
Venue                 : Auditorium Pendhapa Art Space Yogya.
Spirit                    :

Selain maestro teater, WS Rendra juga penyair ternama di Indonesia. Nyanyian Puisi Cinta WS Rendra mengungkap kenangan manis ketika sang penyair dengan gayanya yang lugas bersahaja, namun tak sembarangan dalam memilih idiom puisinya, menjadi seni pertunjukan yang exclusive. Anak muda era millenium perlu belajar banyak dari keindahan puisi cinta ini.


5. Pentas Teater Dandang Yogya

Judul                : “Kereta Kencana”.
Karya               : Eugene Ionesco dengan judul “Les Chaises”.
Saduran           : WS Rendra.
Sutradara         : A. Untung Basuki.
Hari                  : Rabu, Kamis.
Tanggal            : 24, 25 Februari 2016.
Pukul                : 19.30 – 21.00 WIB.
Synopsis           :

Sepasang suami isteri yang dikaruniai umur panjang nampak saban hari bercengkerama di rumahnya yang megah. Suami berumur 290 tahun, isterinya umur 280 tahun. Sebagai pensiunan pejabat negara, sang suami suka membicarakan kembali kenangan-kenangan masa lalu yang penuh kehormatan. Sang isteri melayani kegairahan itu dengan mengungkap kelucuan-kelucuan peristiwanya. Namun di seling keceriaan notalgia itu, mereka seringkali merindukan kematian. Mereka sering mendengar suara bergeraknya Kereta Kencana yang ditarik sepuluh kuda satu warna, datang dari langit. Dalam bayangan mereka, Kereta Kencana itu hendak menjemput mereka.

Info lebih lanjut mengenai kegiatan ini, silahkan menghubungi panitia :
0856 4260 0988  (Japhens)