"Pejalan, Api & Buih Samudra", Jagongan Wagen Edisi Agustus 2016

"Pejalan, Api & Buih Samudra", Jagongan Wagen Edisi Agustus 2016

Tanggal : 27 Agustus 2016

Lokasi : Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), Ds.Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Pada Agustus 2016, Jagongan Wagen hadir dalam bentuk pertunjukan interdisipliner, di dalam pertunjukan kali ini terdapat dua kekuatan disiplin seni yaitu disiplin seni teater dan disiplin seni musik. Kerja antar disiplin ini menjadi kekuatan pertunjukan yang akan disajikan sekaligus membuka bentuk pertunjukan yang segar dalam penciptaan karyanya. Jagongan Wagen kali ini merupakan sebuah presentasi karya dari seniman terpilih dari Program Seniman Pasca Terampil PSBK 2016 dan seniman undangan, dimana mereka akan saling membagi kekuatan, mengembangkan, dan mewujudkan kekuatan disiplin teater dan musik dalam proses pertunjukan ini.

Melalui proses fasilitasi penciptaan karya yang akan berjalan selama kurang lebih satu bulan, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) mempersembahkan Jagongan Wagen Edisi Agustus 2016 “Pejalan, Api & Buih Samudra”.

Pejalan, Api, dan Buih Samudra adalah bagian ketiga dari Proyek Ramayana, Jagongan Wagen Interdisiplin 2016. Enam seniman dari disiplin Seni Teater dan Seni Musik berkolaborasi dalam satu penciptaan karya pertunjukan dengan titik tolak kisah Ramayana yang ditulis oleh C. Rajagopalachari berdasar karya Walmiki. Kali ini, titik tolak itu diambil dari bagian yang menceritakan perjalanan Hanoman, pertemuannya dengan Rama dan perjalanannya menjadi Duta Rama untuk mencari Sinta yang diculik Rahwana.

Dengan meletakkan bagian cerita Hanoman sebagai titik tolak inspirasi, karya ini tidak mendasarkan penciptaan pada narasi-narasi konvensional. Melalui karya ini, para seniman ingin bergerak untuk melihat dan memberi respons imaji artistik pada pengetahuan spiritual yang diceritakan dalam kisah tersebut. Terdapat banyak kemungkinan sudut pandang untuk melihat sisi-sisi tersebut, namun yang terkuat untuk diperhatikan adalah kemampuan, kegigihan, keberanian dan kesetiaan Hanoman dalam menjalankan tugasnya sebagai Duta, sekaligus menjadi tokoh yang selalu mengupayakan jalan keluar, dengan berbagai keputusan strategis, untuk menyelesaikan persoalan yang menghalangi harmoni kehidupan, termasuk harmoni di dalam dirinya sendiri.

Pejalan, Api dan Buih Samudra, tidak bertujuan mengulik ketiga hal tersebut menjadi satu acuan utama dalam membangun narasi pertunjukan. Ketiganya adalah simbol-simbol dalam kisah perjalanan yang akan menjadi titik tolak perjalanan artistik seniman dalam memberi respons pada kisah Hanoman sebagai Pejalan dalam perjalanan spiritualnya di Kisah ramayana, Api dan Buih Samudra yang hadir sebagai ancaman dan rintangan yang pada akhirnya justru menjadi sumber kekuatan dalam melaksanakan dharmanya.

Dengan demikian, pada Jagongan Wagen edisi Bulan Agustus ini, para seniman yang terlibat dalam proyeK ini memasukinya sebagai sebuah perjalanan bagi setiap seniman melalui cerita Ramayana ini. Masing-masing seniman juga memasuki sebuah perjalanan untuk menemukan ruang yang menuntut pengerahan kekuatan seni pada disiplin masing-masing dan menemukan perpaduan harmonis sebagai proses interdisiplin Teater dan Musik.

Seniman yang mewujudkan gagasannya dalam Jagongan Wagen Edisi Agustus 2016 adalah :

  1. Akbar Fakhrizal AR
  2. Citra Pratiwi
  3. Gendra Wisnu Buana
  4. Muhammad Khan
  5. Nunung Deni Puspitasari
  6. Thoriq Dwi Prayitno

Jagongan Wagen Edisi Agustus 2016 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, akan dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2016, pukul 19.30 WIB, bertempat di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Ds. Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Jagongan Wagen (JW)
Jagongan Wagen (JW), adalah ruang masyarakat seni dan selain seni untuk bersama-sama berpartisipasi  dalam proses pengembangan imajinasi dan kapasitas belajar kreatif, melalui praktik pertunjukan di PSBK. Sebagai ruang eksplorasi, ekspresi dan belajar, Jagongan Wagen secara nyata mengedepankan bentuk dan isi dari kekuatan kesenian, melalui penciptaan dan pementasan pertunjukan seni. Kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan dan difasilitasi oleh PSBK, merupakan proses bagi seniman-seniman untuk secara kolaboratif belajar menciptakan dan menyajikan kekuatan artisitik berkesenian, baik yang bersifat individual maupun kolektif.

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)
PSBK, yang didirikan dan dibangun oleh alm. Bagong Kussudiardja pada tahun 1978, sejak awal berdirinya  memberikan serta menjadi pusat perhatian atas pertumbuhan dan perkembangan nilai seni yang ada di kesenian, baik yang berwujud keindahan hidup manusia dan masyarakat maupun karya itu sendiri. PSBK, bersama dengan seniman dan masyarakat luas serta melalui proses belajar seninya, berusaha menciptakan kehidupan hidup manusia dan masyarakat yang indah. Dengan demikian PSBK mengembangkan dan memperluas visi Alm. Bagong Kussudiardja mengenai peran kehidupan seni dalam memberikan kontribusi untuk perkembangan ide-ide, cita-cita dan nilai-nilai bagi kehidupan manusia untuk terciptanya manusia yang berdaya.

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
Ds. Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, DIY
Tel./Fax.: +62(0)274/ 414-404
Email: info@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id
FB: padepokansenibagongkussudiardja     Twitter: @PSBK_Jogja