Pergelaran Agung Wayang Karaton Surakarta Hadiningrat "Mahatma Rukma Kirana (Pandhawa Lelana)"

Pergelaran Agung Wayang Karaton Surakarta Hadiningrat "Mahatma Rukma Kirana (Pandhawa Lelana)"

Tanggal : 27 Mei 2013 s/d
30 November -0001

Lokasi :

Pergelaran Agung Wayang Orang Kusuma Handrawina Karaton Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu cara untuk mengembalikan nilai-nilai Karaton sebagai sumber kebudayaan atau tuk sumbering budaya kepada khalayak ramai. Pada kesempatan ini Karaton Surakarta Hadiningrat sebagai pemangku budaya khususnya Jawa, sekali lagi mengetengahkan pertunjukan wayang orang dengan lakon “Mahatma Rukma Kirana”.

Pada pertunjukan wayang orang kali ini merupakan perpaduan seni tradisional yang dikemas dengan seni visual kontemporer. Sebuah kolaborasi seniman-seniman Sala dengan Paguyuban Wayang Orang Kusuma Handrawina Karaton Surakarta Hadiningrat. Pertunjukan wayang orang yang berbasis tradisi, diharapkan dapat hadir dalam bentuknya yang aktual dan sublime dengan pendekatan kekinian, dan tentunya dapat menjadi tontonan yang menarik dalam memberdayakan dan mengangkat potensi budaya lokal sebagai kekuatan lain dalam industri ekonomi kreatif bangsa Indonesia. Masih dalam semangat yang sama, pada kesempatan ini Karaton Surakarta Hadiningrat juga akan memamerkan ragam motif batik dan karya seni cipta Karaton Surakarta Hadiningrat hasil karya Kanjeng Ratu Pakoe Boewono.
 
“Mahatma Rukma Kirana” Merupakan kisah carangan dari epik Mahabharata yang mengambil setting pasca episode Sesaji Raja Suya. Menceritakan kisah perjalanan Pandawa sebagai kesatria utama yang sedang mengalami cobaan dari Yang Maha Kuasa. Bahwa Pandawa pun sebagai keluarga kesatria pembela kebenaran dan keadilan juga dapat melakukan kesalahan sebagaimana yang terjadi pada manusia biasa. Sebagaimana yang dipercaya dalam kebudayaan Jawa, bahwa keberadaan karaton (negara) tidak dapat dipisahkan dari keberadaan ratu (raja atau pimpinan) dan kawula (rakyatnya). Namun di samping itu, juga adanya kepercayaan kepada Nur-Illahi, yang dalam pengejawantahan budaya Jawa dapat berupa benda pusaka atau kekuatan gaib yang tidak tampak (nir kasat mata). Negara atau karaton akan tampak pincang dan tidak lengkap tanpa keberadaan salah satu dari alternatif tersebut. Demikian juga yang terjadi dalam cerita “Mahatma Rukma Kirana (Pandhawa Lelana)”.

Pertunjukan Wayang Orang Lakon “Mahatma Rukma Kirana (Pandhawa Lelana)” yang juga didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan digelar pada Senin dan Selasa, 27 – 28 Mei 2013, pukul : 19.00 – 22.00 WIB, bertempat di Gedung Kesenian Jakarta. Selain pertunjukan juga akan dihadirkan Pameran Kerajinan Karaton Surakarta Hadiningrat Karya Kanjeng Ratu Pakoe Boewono.

Informasi lebih lanjut tentang kegiatan ini dapat menghubungi panitia, Tya (0813 8807 8230) dan Anggi (0856 9749 7392).