Ribuan Orang Bersatu Dalam Indonesia Menari di Bundaran HI

Ribuan Orang Bersatu Dalam Indonesia Menari di Bundaran HI

Tanggal : 3 Mei 2012 s/d
30 November -0001

Lokasi :

 

Pada hari minggu, 13 Mei 2012, lebih dari 2.000 orang dari berbagai kalangan bersatu dalam sebuah gerakan Indonesia Menari di Bundaran Hotel Indonesia, bertepatan dengan waktu bebas kendaraan bermotor (car free day). Kegiatan ini merupakan sebuah ajakan bagi segenap masyarakat untuk lebih mengenal kekayaan dan keragaman budaya Indonesia melalui tarian. Acara ini juga merupakan salah satu rangkaian acara The 11th Indonesian Dance Festival 2012. 

Gerakan Indonesia Menari ini merupakan hasil kerjasama Djarum Apresiasi Budaya, Indonesian Dance Festival (IDF), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta, serta Ikatan Abang None Jakarta (IANTA) yang memiliki kecintaan yang besar pada budaya Indonesia. Kegiatan ini turut didukung oleh lebih dari 2.000 orang yang terdiri dari penari, pemusik, komunitas BMX, pantomim, ratusan Abang-None dari IANTA dan komunitas Indo Runners. Selain itu acara ini turut dihadiri oleh Fauzi Bowo, Dewi Gita sebagai Duta IDF, dan para public figure, antara lain Fifi Aleyda Yahya, Haykal Kamil, Tommy Tjokro, dan Zivanna Letisha.

“Terwujudnya kegiatan Indonesia Menari hari ini merupakan hasil kerjasama dari berbagai pihak yang sama-sama memiliki kepedulian pada budaya Indonesia, khususnya tarian. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi acara tahunan di ruang publik, dan semoga di kedepannya semakin banyak lagi masyarakat yang ikut terlibat,” ujar Renitasari, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Maria Darmaningsih selaku direktur IDF menambahkan, “Tarian selalu identik dengan kegembiaraan, keluwesan, dan harmonisasi, maka Indonesia Menari menjadi pesan yang ingin kami sampaikan tidak hanya hari ini, tapi sepanjang rangkaian acara The 11th IDF 2012 hingga puncaknya di tanggal 1-9 Juni 2012. Para peserta tari hari ini juga membuktikan keseriusan kami untuk merangkul para penari dari berbagai kalangan, baik penari tradisi, kontemporer, maupun street dancer, sesuai dengan tema besar IDF kali ini, Let’s Move: Outreaching the Possibilities”

Indonesia Menari dimulai pada pukul 8.00 bermula dari iring-iringan Ondel-Ondel Betawi setinggi 6 meter diikuti oleh sekitar 100 penari dari ruas Jl. Imam Bonjol, bersamaan dengan sekitar 100 penari Bali dari arah Jl. Thamrin. Rombongan tersebut berkumpul di area depan Hotel Indonesia Kempinski, bersama para street dancer yang sudah berbaur dengan para pengunjung car free day. Setelah berkumpul, para penari kemudian mengajak para pengunjung untuk mengikuti gerakan yang memasukkan unsur keragaman budaya di Indonesia, melalui gabungan tarian tradisional sederhana dari daerah Sumatra Utara, Jawa Barat, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, berikut ikon-ikon dari daerah-daerah tersebut. Adapun koreografer untuk tarian ini adalah Hanny Herlina, salah satu alumni IKJ.

Membawa semangat yang menjunjung harmonisasi dalam keberagaman budaya Indonesia, ajang Indonesia Menari meraih 2 penghargaan MURI dengan kategori Menari Tarian Nusantara dengan Peserta Terbanyak dan Flashmob Nandak Betawi Pertama dan Terbesar.

Dengan semakin maraknya kegiatan budaya tentunya dapat semakin meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan dan keragaman budaya Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia. Karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia.