"Semangkuk Sup Makan Siang atau CULTUURSTELSEL"

"Semangkuk Sup Makan Siang atau CULTUURSTELSEL"

Tanggal : 25 Maret 2017

Lokasi : Balai Budaya Rejosari (BBR), Desa Rejosari, Kec. Dawe, Kudus

WhaniDProject divisi #Theatre for Art didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan menggelar lakon “Semangkuk Sup Makan Siang atau CULTUURSTELSEL”  pada Sabtu, 25 Maret 2017 jam 19.30 di Balai Budaya Rejosari Kudus Jawa Tengah.

Pertunjukan ini sebelumnya pernah sukses di gelar di dua kota, yaitu Yogyakarta dan Jakarta. Naskah dan Sutradara lakon ini adalah Hedi Santosa dengan diperkuat para aktornya yaitu Whani Darmawan, Theodorus Christanto, dan Rendra Bagus Pamungkas.

Lebih lanjut sutradara Hedi Santosa menjelaskan bahwa dlm pentas keliling tersebut ia memberlakukan beberapa perubahan. Perubahan itu untuk melakukan penyegaran kembali agar naskah dan permainan teater bisa menyambung komunikasi kepada penonton lebih intim lagi, tanpa mengorbankan estetika yang sudah dikonsepsikan. Karenanya, naskah diedit kembali dan praktek pertunjukan diolah kembali menyesuaikan bentuk open air, bermain di tengah taman di bawah pohon durian di kawasan Budaya Rejosari tersebut.

Menurut Pimpinan Produksi WhaniDProject, Bagas Arga, lakon ini merepresentasikan tentang persoalan retrospektif perihal KITA sebagai bagian dari gerak perubahan menjadi Indonesia. Bahwa salah satu penanda penting dalam sejarah Indonesia yaitu salah satunya peristiwa tanam paksa atau Cultuurstelsel.

Sinopsis
Perang Jawa (1825-1830) menghancurkan kedua belah pihak. Dalam kejatuhannya pemerintah Hindia Belanda putar otak untuk mengembalikan hutang. Di situlah awal gagasan cerdas khas kolonial modern, yakni Cultuurstelsel, ide seorang Van Den Bosch, bekas Gubernur Jendral Hindia Barat. Kelihaian Bosch berhasil meyakinkan sang raja bahwa Cultuurstelsel bukan tanam paksa melainkan sebuah paket kebijakan yang mendasarkan diri pada 'kearifan lokal'.

Di kepala Bosch, Hindia menjadi semacam sup yg lezat, hidangan pembuka makan siang. Inilah saat di mana pemerintah colonial meletakkan penduduk jawa di dasar rantai makanan. Maka tandas tokoh dalam teater ini: "Hari ini sejarah kebengisan dirayakan sebagai peradaban!"

Tentang WhaniDProject (WDP).
Whanidproject adalah suatu lembaga Pengembangan Pribadi dan Korporasi yang memiliki empat divisi ; Theatre for Art, Theatre for Professional, Edutheatre dan Event Management. Berdiri tahun 2013 di Yogyakarta.

Sesudah Cultuurstelsel, pertengahan 2017 wdp akan berproses dengan pilihan-pilihan naskah yang sedang diorientasi:

1). The Martyrdom of Peter Ohey karya Slawomir Mrozek, terjemahan Gogor Setadewa, 2). Barbetje dan Upacara Pemakaman Seekor Kerbau karya Hedi Santosa, 3). Mempersiapkan naskah klasik dan naskah yang berorientasi pada pendekatan post dramatik.

Pada saat yang bersamaan divisi ini juga menangani proses produksi setbook 'Monolog Project' karya kolaborasi Whani Darmawan dan Eko Santosa Ssn. Theatre for Professional yang dikelola oleh Sondang Rumapea tetap berkutat dengan pelatihan di berbagai perusahaan, dengan terus mempertajam sinergi antara pendekatan teater dan kebudayaan dengan konsep-konsep pengembangan sumber daya manusia.

Sementara Eko Santosa Ssn bertanggungjawab pada pengembangan Edutheatre, dengan produknya theatre games dan theatre by request menyiapkan diri untuk bisa memfasilitasi konsolidasi remaja Sekolah Menengah Atas di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pentas rutin terencana sepanjang tahun 2017/2018.

WhaniDProject juga mengembangkan potensi di ranah event management khusus untuk acara yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia dan juga kebudayaan.


==================================
Whani DProject
Nitiprayan rt 02, Jomegatan DK VII, Ngestiharjo,
Kasihan, Bantul, Yogyakarta,
Indonesia, 55282.
Hp     : 0856-2888-290
Person    : Bagas Arga
Email    : whanidproject@gmail.com