"SRIKANDI; DUA SISI ", Jagongan Wagen Edisi Desember 2016

"SRIKANDI; DUA SISI ", Jagongan Wagen Edisi Desember 2016

Tanggal : 16 Desember 2016

Lokasi : Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), Ds.Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Pada Desember 2016, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) memberikan kesempatan kepada seniman tari, Endra Wijaya, untuk mempresentasikan karyanya untuk kali pertama (premiere) di Jagongan Wagen Edisi Desember 2016.

Endra Wijaya lahir di Yogyakarta 12 Januari 1991, dan telah menyelesaikan pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2015. Menggeluti bidang tari baik sebagai penari maupun koreografer. Karya-karya tari yang sudah pernah dia bawakan antara lain Kesetiaan Sang Abdi (2016), Chakil Go (2016), Punglor Ajaib (2015), Anoman Obong (2013), Kendalirata (2012),  Hadeging Nagari Ngayogyakarta (2011), Greget Kuntul  (2010), Bayu Bajra (2009), Anoman Mahawira (2005). Mengikuti beberapa Misi Kesenian bersama Pemerintah Yogyakarta, dan beberapa lembaga lain, baik untuk yang di dalam maupun di luar negeri. Bersama Chakil Squad Art Community mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Contemporary Art Festival 2015 di Tokyo, Jepang, misi kesenian untuk Unesco pada November 2016 di Paris, Perancis, dan sejak tahun 1997 sampai sekarang masih aktif sebagai penari dalam Ramayana Ballet Prambanan. Sebagian prestasi yang pernah diraih yaitu sebagai Penata Tari Terbaik dan Penari dalam Festival Sendratari Antar Kabupaten dan Kota dengan judul “Kasampurnaning Dumadi”.

Kali ini, Endra Wijaya menerima tantangan dari PSBK untuk menggarap sebuah karya dan berkolaborasi dengan seniman-seniman lain dalam ruang Jagongan Wagen. Melalui proses fasilitasi penciptaan karya yang berjalan selama kurang lebih satu bulan, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) mempersembahkan Jagongan Wagen Edisi Desember 2016 : SRIKANDI; DUA SISI.

Karya ini akan menampilkan sisi feminim dan maskulin dari salah satu tokoh pewayangan yaitu Srikandi. Srikandi yang terlahir sebagai sosok perempuan tentunya memiliki sifat dan karakter yang feminim. Hal ini tidak bisa lepas dari kodratnya sebagai perempuan. Di sisi lain, sebagai seorang ksatria wanita tentunya Srikandi memiliki sifat dan karakter yang kuat, tangguh dan berani. Sifat- sifat itulah yang menunjukkan sisi maskulin dari tokoh Srikandi.

Sisi feminim sosok Srikandi dalam karya ini ditunjukkan dengan cara memvisualisasikan gesture tubuh yang lembut, halus, dan mengalir layaknya sifat perempuan. Sisi feminim akan semakin terlihat dan terasa dengan iringan musik dan nyanyian-nyanyian pendukung dalam karya ini. Sedangkan karakter dan sisi maskulin tokoh Srikandi akan divisualisasikan dengan gerakan-gerakan yang tegas, mengalir dan patah-patah. Gerak cakilan akan dimunculkan dalam karya ini sebagai penguat karakter maskulin dari sosok Srikandi. Karakter gerak cakil yang kuat dan tegas akan mewakili sikap tegas dan pemberani dalam diri Srikandi sebagai seorang ksatria.

Karya ini akan melibatkan tiga (3) penari laki-laki dan empat (4) penari perempuan untuk mendukung pembuatan komposisi dan penguatan karakter tokoh Srikandi yang memiliki dua sisi. Setiap penari akan mendukung satu dengan yang lain dalam menunjukan sisi feminim dan maskulin sosok Srikandi. Sesuai dengan perkembangan gerak tari saat ini, karya ini akan memadukan gerak-gerak tari tradisi, modern, dan kontemporer sehingga menciptakan satu kesatuan yang utuh dari beberapa genre tari.

Dalam Jagongan Wagen Edisi Desember yang berjudul “SRIKANDI; DUA SISI” ini, Endra Wijaya mengajak sejumlah seniman untuk mewujudkan gagasannya dalam Jagongan Wagen Edisi Desember 2016, yaitu:

 Seniman Tari

 Seniman Musik (Interpretation)

  1. Bramantyo Fendi
  2. Eka Lutfi
  3. Aloysius Gonzaga Rangga
  4. Ariana Khoirunisa
  5. Dilania Sudiyatmala
  6. Amalia
  1. Sahrul (Penata Musik)
  2. Danang Rajiv
  3. Sandro
  4. Agung
  5. Reno
  6. Vico
  7. Beni

Jagongan Wagen Edisi Desember 2016 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, akan dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2016, pukul 19.30 WIB, bertempat di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Ds. Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)

PSBK, yang didirikan dan dibangun oleh alm. Bagong Kussudiardja pada tahun 1978, sejak awal berdirinya  memberikan serta menjadi pusat perhatian atas pertumbuhan dan perkembangan nilai seni yang ada di kesenian, baik yang berwujud keindahan hidup manusia dan masyarakat maupun karya itu sendiri. PSBK, bersama dengan seniman dan masyarakat luas serta melalui proses belajar seninya, berusaha menciptakan kehidupan hidup manusia dan masyarakat yang indah. Dengan demikian PSBK mengembangkan dan memperluas visi Alm. Bagong Kussudiardja mengenai peran kehidupan seni dalam memberikan kontribusi untuk perkembangan ide-ide, cita-cita dan nilai-nilai bagi kehidupan manusia untuk terciptanya manusia yang berdaya.

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
Ds. Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, DIY
Tel./Fax.: +62(0)274/ 414-404
Email: info@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id
FB: padepokansenibagongkussudiardja     Twitter: @PSBK_Jogja