'SUMPAH ABIMANYU' hari ke 13 Bharatayuda

'SUMPAH ABIMANYU' hari ke 13 Bharatayuda

Tanggal : 30 April 2013 s/d
30 November -0001

Lokasi : Gedung Kesenian Jakarta

Bakti Budaya Djarum Foundation mendukung kegiatan The Indonesian Opera Drama Wayang Swargaloka dengan cerita “Sumpah Abimanyu” yang merupakan pertunjukan yang ke 58. Pertunjukan diadakan pada tanggal 30 April 2013, bertempat di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, mulai pukul : 19.30 WIB.

Sebuah kisah yang dipetik dari maha karya Mahabarata. Abimanyu ksatria muda yang telah terdidik menjadi seorang prajurit sejati. Masa kecil hidup penuh penderitaan membuat langkahnya semakin pasti karena berbekal laku brata. Perseteruan Pandawa dan Kurawa yang tak kunjung berakhir menjadi catatan dalam benak Abimanyu. Kenapa harus Utari putri Wiratha yang menjadi pilihanmu Abimanyu? Itulah rahasia cinta Abimanyu, atau mungkin Pandawa telah sepakat dalam satu jawaban karena melihat Kurawa mempunyai bala tentara yang luar biasa besar.

Meski pilihan itu memakan korban Kala Bendana raksasa jujur dari Pringgandani. Ia menilai bahwa sekarang ini dinegeri ini banyak Ksatria, wakil rakyat dan para menteri yang menjadi harapan rakyat sudah tidak berani jujur lagi.“ Ya..., jujur itu berat, tapi harus aku lakukan”, demikian lirih Kala Bendana berucap.

Akhirnya Abimanyu harus menjawabnya dengan mengangkat gendewa karena Bharatayuda telah terjadi. Meski hari itu bukan saat yang tepat Abimanyu ke medan laga, namun sebagai seorang kesatria sejati harus memutuskan untuk maju. Abimanyu mengerti jika dia harus berhadapan dengan Durna, Karna, Duryudana, Adipati Sindu dan para senopati besar Kurawa lainnya. Tekadnya sudah bulat menyelamatkan Prabu Puntadewa dari kepungan musuh dan itu harus dibayar mahal dengan keberaniannya. Gelar cakra Byuha telah mengepung Abimanyu yang terlepas dari pengawalan prajurit pandawa dan sendirian menghadapi kepungan para Prajurit Kurawa. Apa yang akan terjadi dengan Abimanyu?

Sebelumnya cerita ini sukses menghibur dan membuat haru sekitar 1000 orang penonton di Taman Budaya Yogyakarta pada 22 Desember 2012 lewat sebuah penyajian seni tradisional dalam kemasan baru, perpaduan wayang orang, wayang kulit, seni musik, seni rupa dan teater modern yang didukung oleh 150 seniman dan disajikan dalam bahasa Indonesia. Menghadirkan bintang panggung dari JAKARTA, YOGYAKARTA, SURAKARTA seperti DEWI SULASTRI, ALI MARSUDI, AGUS PRASETYO, ENDAH LARAS, dll. Didukung penari dan pemusik alumnus perguruan tinggi seni.

Pertunjukan Drama Wayang Swargaloka memang selalu ditunggu karena memang bukan wayang biasa. Swargaloka mengembangkan wayang orang agar bisa dinikmati oleh semua orang. Keindahan gerak tari dipadukan dengan keterampilan olah sabet wayang kulit yang diiringi musik gamelan yang digarap lebih populer, sehingga diharapkan mampu menampilkan suasana adegan yang berkesan sekaligus memukau. Ide musikal yang berpijak dari seni tradisi karawitan yang digarap kembali, di-interpretasi dan dikembangkan sehingga musik gamelan tersebut berubah menjadi musik gamelan progresif yang bernuansa “baru”.

Terobosan penampilan Drama Wayang Swargaloka yang tetap menjaga nilai keadiluhungan dan keindahan penampilannya telah terbukti dapat menarik minat generasi muda untuk datang menyaksikannya. Kehadiran Drama Wayang Swargaloka untuk melestarikan seni budaya bangsa ini tentunya tidak akan bisa tercapai tanpa dukungan berbagai pihak.

Naskah dan Sutradara     : Irwan Riyadi
Penata Musik                 : Dedek Wahyudi
Koreografer                    : Dewi Sulastri dan Trian Heri Pitoyo
Produser                        : Suryandoro

Untuk lebih mengenal tentang pertunjukan THE INDONESIAN OPERA DRAMA WAYANG SWARGALOKA bisa mengunjungi http://dramawayang.wordpress.com | http://swargaloka1706.blogspot.com | Facebook: swargaloka | twitter : @swargalokers

Informasi kegiatan : 021 9825 2722