Tangan-Tangan Renta oleh Edward Hutabarat

Tangan-Tangan Renta oleh Edward Hutabarat

Tanggal : 24 Agustus 2017 s/d
28 Agustus 2017

Lokasi : Plataran Ramayana, Hotel Indonesia Kempinski

Bakti Budaya Djarum Foundation bersama desainer ternama Indonesia, Edward Hutabarat, mengajak masyarakat Indonesia untuk mengenal lebih jauh kekayaan dan keberagaman wastra Indonesia di Pedan dan Bantul yang dikenal dengan lurik. Kawasan Pedan merupakan lokasi dimana lurik mulai tercipta dan diproduksi sejak tahun 1938. Saat ini tenun lurik Pedan memang telah melewati masa jayanya akibat gempuran industri tekstil dengan segala infrastruktur modernnya. Meski demikian, sampai saat ini masih ada beberapa pengrajin Lurik yang melestarikan wastra Indonesia ini, walaupun banyak di antara mereka telah memasuki usia senja.

Desainer yang biasa disapa Edo ini kerap melakukan perjalanan ke berbagai pelosok tanah air, mempelajari dan mencatat berbagai kekayaan wastra peradaban Nusantara. Tak hanya datang sebagai pengamat, ia juga ikut melakoni kehidupan masyarakat yang ia kunjungi, berinteraksi, melebur dan menjalin hubungan yang akrab dan saling berbagi inspirasi.

Bersama Part One Edward Hutabarat, lini busana miliknya, Edo sejak lama memang telah memiliki perhatian besar pada wastra dan ragam busana Indonesia. Lebih dari tiga dekade, ia mendedikasikan waktu dan upaya untuk mengangkat kebaya, juga berbagai wastra peradaban Nusantara ke panggung gaya hidup.

Setelah sukses mengangkat kembali batik ke tengah industri mode modern dan membuat generasi muda kembali meminati batik, baik sebagai konsumen, maupun sebagai pelaku industri, Edo kembali dengan mengangkat kain tenun lurik, wastra peradaban bermotif garis yang kerap ia gunakan sebagai signature koleksi busana batik rancangannya. Lurik akan digunakan sebagai materi utama untuk koleksi yang akan ditampilkan dalam peragaan busana pada pembukaan pamerannya mendatang.

Pameran bertajuk Tangan-Tangan Renta akan digelar pada 24 hingga 28 Agustus 2017 mendatang, Edward Hutabarat akan menampilkan pameran fotografi dan instalasi yang juga akan dibuka dengan peragaan busana bertajuk “Tangan-Tangan Renta” di Plataran Ramayana, Hotel Indonesia Kempinski. Pameran dan peragaan busana tersebut akan mengangkat lurik, satu dari begitu banyak wastra peradaban Nusantara yang berasal dari Klaten dan menyebar pula ke Yogyakarta dan Solo.

Pameran fotografi dan instalasi seni kain lurik dibuka untuk umum dan dapat dilihat secara gratis.