The Indonesian Opera Drama Wayang Swargaloka "Tembang Nestapa Banowati"

The Indonesian Opera Drama Wayang Swargaloka "Tembang Nestapa Banowati"

Tanggal : 15 Desember 2013 s/d
30 November -0001

Lokasi : Teater Wayang Indonesia Gd. Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah

Peristiwa transtruktural (Perubahan Budaya) sangat berpengaruh terhadap perkembangan seni tradisi khususnya wayang. Budaya Global membuat masyarakat semakin terbuka. Masyarakat disuguhi begitu beragam tawaran hiburan dan informasi yang mungkin lebih menarik dibandingkan dengan kesenian tradisional. Oleh karena itu perlu perspektif baru agar kesenian tradisi dapat tumbuh sejalan dengan kesenian populer. Inilah yang di ikhtiarkan oleh Swargaloka melalui pergelaran demi pergelaran The Indonesian Opera Drama Wayang Swargaloka. Pertunjukan kali ini menampilkan cerita Tembang Nestapa Banowati yang akan dipentaskan pada Minggu 15 Desember 2013 di Teater Wayang Indonesia Gedung Pewayangan Kautaman Tmii, pada jam 15.00 WIB.

Dalam wujud seni pertunjukan wayang orang kemasan baru kolaborasi wayang orang, wayang kulit, teater modern serta menggunakan dialog bahasa Indonesia dengan keindahan gerak tari yang dipadukan olah sabet wayang diiringi musik gamelan yang digarap lebih populer yang diberi sentuhan musik modern diharapkan mampu memberikan tontonan yang berkesan sekaligus memukau.

Tembang Nestapa Banowati yang menceritakan tentang Dewi Banowati putri kerajaan Mandaraka adalah seorang putri yang dipuja sekaligus dibenci. Dipuja karena dia adalah putri nan cantik jelita dan sekan tiada bandingnya didunia ini. Tak heran para Ksatria, Raja bahkan rakyat jelata mengidam idamkan berdampingan dengan dirinya.

Dewi Banowati juga dibenci karena sebagian orang menganggapnya sebagai wanita yang tidak setia terhadap kodratnya sebagai seorang istri. Ia mengkhianati kesetiaan yang telah dikorbankan oleh Kurupati suaminya. apakah demikian adanya ? mungkin tidak bagi Arjuna bahkan pandawa pada umumnya. Siapa yang bisa mengukur kesetiaan putri mandaraka? hanya banowati yang tahu, karena yang dilakukannya telah dipertimbangkan. menurutnya perbuatan salah dan benar semudah membalikan telapak tangan. Banowati seringkali mengabaikan suara hati karena nafsu sesaat yang justru mengakibatkan kerugian panjang hidupnya. atau mungkin ia hanya korban atas ketidakadilan yang terjadi antara Pandawa dan Kurawa.

Pertunjukan The Indonesian Opera Drama Wayang Swargaloka yang selalu didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, kali ini menghadirkan seniman muda dari Jakarta, Jogjakarta dan Surakarta serta bintang panggung wayang orang yaitu Dewi Sulastri dan Ali Marsudi, penulis naskah dan sutradara Irwan Riyadi, penata musik Dedek Wahyudi, desain produksi Dewi Sulastri  dan produser Suryandoro.

Informasi mengenai pergelaran bisa menghubungi :
No. Telp : 021 9825 2722
Fb : Swargaloka
Twitter : @swargalokers

Untuk informasi lebih lanjut, anda juga dapat mengunjungi website :
www.dramawayang.wordpress.com
www.swargaloka1706.blogspot.com