The Luxury of Batik Keraton, Embroidery and Jewelry Exhibition

The Luxury of Batik Keraton, Embroidery and Jewelry Exhibition

Tanggal : 12 April 2014 s/d
30 November -0001

Lokasi : Keraton Ballroom-Hotel Tugu Malang

Konsisten dengan misi menggali potensi budaya lokal, Shanghainoon Boutique – Hotel Tugu Malang kembali mempersembahkan pameran batik yang kali ini akan menggelar keunikan, keistimewaan, keindahan dan rahasia dibalik kemegahan Batik Keraton, yang berawal dari ujung pulau Jawa, tepatnya Pulau Madura, kemudian  bergeser ke Keraton Solo dan Kearton Jogjakarta di Jawa Tengah dan berakhir dengan Keraton Cirebon di ujung barat pulau Jawa. Pameran kekayaan budaya Indonesia ini terutama digelar untuk menyambut hari ulang tahun Kota Malang yang ke 100, sekaligus memperingati  ultah  Ibu Kartini.

Di Indonesia sendiri, batik dipercaya sudah ada sejak jaman Majapahit sekitar abad XII  yang dibuat dan dilukis di atas daun lontar, dan tumbuh berkembang dengan baik di sekitar abad 17, dimana motif batik kebanyakan masih berupa binatang ataupun tumbuhan. Seiring berkembangnya jaman, corak lukis batik merambah ke motif abstrak baik berupa awan, ralief candi, wayang dan lainnya. Hal ini menimbulkan keragaman corak batik yang keseluruhannya adalah sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah di Indonesia. Sampai dengan awal abad XX batik masih diproduksi dengan cara ‘tulis’  sedangkan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.

Batik Keraton sendiri disebut demikian adalah karena batik ini tumbuh dan berkembang di dalam keraton-keraton di Jawa dan Madura. Batik Keraton terkenal konsisten dengan pola tradisional yang terdiri dari tata susunan ragam hias serta pewarnaan khas keraton, yang merupakan perpaduan antara seni, adat, pandangan hidup, serta kepribadian lingkungan Keraton.

Pada awalnya pembuatan batik Keraton hanya dipusatkan dan dikerjakan oleh putri-putri di lingkungan Keraton saja dikarenakan budaya membatik pada saat itu dipandang sebagai kegiatan yang sarat akan nilai spiritual yang memerlukan pemusatan pikiran, kesabaran, dan kebersihan jiwa. Hal ini terlihat dari ragam hias batik yang selalu menonjolkan keindahan abadi dan mengandung nilai-nilai dan perlambangan yang erat dengan latar belakang yang dimiliki oleh Keraton.  Jadi pada masa itu, batik hanya dikenakan oleh Raja serta Keluarga Kerajaan dan pengikutnya. Kemudian hari, oleh sebab banyak dari pengikut Raja yang tinggal diluar Keraton, kesenian batik ini pada akhirnyha dibawa mereka keluar tembok Keraton dan akhirnya dikerjakan di tempatnya masing-masing.

Dalam perkembangannya, lambat laun seni Batik ini diadopsi oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang dan secara perlahan menjadi pakaian rakyat dan digemari oleh semua kalangan baik itu pria, wanita, tua maupun anak muda hingga kini telah  menjadi trend di semua kalangan. Namun  masih ada beberapa motif batik yang  khusus diperuntukkan bagi para Raja  hingga kini. Sebut saja motif “Parang Barong”, yang motif parangnya berukuran 20 cm. Ada juga batik Tani  yang motif batiknya  disebut “Semen Rante” , motif ini berasal dari daerah Keraton Surakarta, dan dahulunya digunakan oleh para utusan Raja.

Batik Keraton yang merupakan maha karya wujud dari orisinalitas sebuah karya seni yang  menjadi kebanggaan bangsa Indonesia ini, ditampilkan oleh Hotel Tugu Malang melalui sebuah pameran bertajuk “The Luxury of Keraton Batik, Embroidery and Jewelry Exhibition”. Pameran batik eksklusif yang langka  ini akan berlangsung dari tanggal 12- 27 April 2014.

Sejurus dengan perkembangan jaman, terlahirlah karya baru  yang merupakan wujud dari kreatifitas generasi penerus bangsa atas maha karya batik tersebut, yakni batik yang dibalut dengan seni bordir nan halus dan cantik. Seni bordir sendiri adalah seni yang sangat membutuhkan kelihaian, kosentrasi tinggi serta ketelitian luar biasa dari  kreatornya. Hal inilah yang membuat batik bordir menjadi maha karya seni yang  mewah. Dan batik bordir akan melengkapi khazanah batik yang ditampilkan selama pameran berlangsung.

Seirama dalam tema pameran batik kali ini, Keraton Ballroom telah dipilih menjadi ruang pamer. Keraton Ballroom yang juga merupakan salah satu ruangan masterpiece Hotel Tugu Malang ini,  berlantaikan kayu, berhiaskan cermin-cermin oval dan lampu-lampu chandelier yang antik, dengan ornamen-ornamen atap seperti di pendopo agung keraton Jawa, tak pelak menghadirkan suasana Keraton yang sangat elegan. Tak ketinggalan pula pintu-pintu kaca antik dari zaman art-deco di pulau Jawa, yang  akan membawa pengunjung seolah ke masa gemilang pulau Jawa nan eksotis di era Kolonial  Belanda dulu.

“Jewelry”, yang merupakan belahan jiwa yang lekat dengan wanita, melalui beragam koleksi perhiasan perak dan emas hasil inspirsi dari koleksi putri-putri Keraton, akan turut melengkapi pameran. Turut serta dalam mendukung misi untuk menghadirkan kemegahan Keraton dari jaman dulu ini, antara lain adalah Lenan, Salma Batik Cirebon, Melati Batik Madura, Roemah Kebaya , Asiattic Design serta Jannice Jewelry.
    
Jangan lewatkan kesempatan mendulang inspirasi dalam menyusuri keindahan sarat makna dari empat keraton kebanggaan di Indonesia

Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi : www.tuguhotels.com