Indonesia Kaya App

Aplikasi untuk penikmat
budaya Indonesia

Unduh Gratis
"Tosca", Jagongan Wagen Edisi Juli 2016

"Tosca", Jagongan Wagen Edisi Juli 2016

Tanggal : 30 Juli 2016

Lokasi : Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), Ds.Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Pada bulan Juli 2016, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) memberikan kesempatan kepada seniman teater, Chandra Nilasari, untuk mempresentasikan karyanya untuk kali pertama (premiere) di Jagongan Wagen Edisi Juli 2016.

Chandra Nilasari adalah seorang aktris dan sutradara teater yang memulai pengalaman keseniannya sejak usia remaja, kegiatan ekstra kulikuler di sekolahnya dan Komunitas Tombo Ati di Jombang. Tahun 2008, dia melanjutkan studinya di Jurusan Teater, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Prestasi yang telah diraih di bidang Teater, di antaranya, adalah Sutradara Terbaik Festival Monolog HMJ Teater dan melanjutkan ke tingkat Nasional di Lanjong Art Festival, Tenggarong Kalimantan Timur (2013).

Beberapa karya pertunjukan teater yang pernah disutradarai oleh Chandra Nilasari, berangkat dari naskah teater, adalah Opera Ular Putih karya N Riantiarno, Come and Go karya S Beckett, Tanda Silang karya Eugene O’Neil yang diadaptasi WS Rendra, dan Sampek Engtay karya N Riantiarno. Dalam berkarya, Chandra Nilasari memiliki gairah yang besar untuk menjelajahi sudut pandang lain atas teks-teks tersebut dan menghadirkan suatu tawaran bentuk dan wacana yang relevan dengan kondisi masyarakat kontemporer. Tawaran-tawaran sudut pandang dan tafsir bentuk baru, dengan kekayaan pada relevansi kondisi kontemporer masyarakat, inilah yang menunjukkan keberadaannya sebagai sutradara teater muda yang berpotensi. Kali ini, Chandra Nilasari menerima tantangan dari PSBK untuk menggarap sebuah karya dan berkolaborasi dengan seniman-seniman lain dalam ruang Jagongan Wagen.

Melalui proses fasilitasi penciptaan karya yang akan berjalan selama kurang lebih satu bulan, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) mempersembahkan Jagongan Wagen Edisi Juli 2016 "Tosca".

Tosca adalah warna di antara hijau dan biru, harmoni yang tercipta di antara perbedaan keduanya. Namun demikian, alih-alih menjadi inspirasi keindahan dan harmoni kehidupan, perbedaan seringkali menjadi sumber kesalahpahaman antara manusia. Kesalahpahaman itu hadir akibat kegamangan untuk benar-benar menerima dan mengenal perbedaan. Akibatnya, gosip dan desas-desus mengambil alih percakapan yang terbuka, menjadi pemicu kegilaan yang merampas pandangan jernih manusia atas manusia lain dan dirinya sendiri.

Pertunjukan ini akan menghadirkan Tosca sebagai media untuk melihat kembali sikap kita pada keinginan untuk mengenal diri sendiri, orang lain, dan segala perbedaan yang ada di antara manusia, melalui fragmen-fragmen naskah Come and Go (Samuel Beckett), Tanda Silang (Eugene O’Neill saduran WS Rendra), Sampek Engtay (N Riantiarno), dan Opera Ular Putih (N Riantiarno). Tosca akan hadir untuk memberikan pertanyaan pada sikap dan asumsi atas perbedaan, memisahkannya demi suatu nilai harmoni tertentu ataukah menerimanya dan bersama-sama mencipta harmoni dan keindahan yang baru, Tosca.

Dalam Jagongan Wagen Edisi Juli yang berjudul TOSCA ini, Chandra Nilasari mengajak sejumlah seniman untuk mewujudkan gagasannya dalam Jagongan Wagen Edisi Juli 2016, yaitu:
1.    Aditta Deamastho (Aktor)
2.    Dayu Prisma (Aktor)
3.    Hakim Indra Perdana (Aktor)
4.    Jona Tanama Pramudita (Aktor)
5.    Muhammad Khan (Aktor)
6.    Nugraha Devian (Aktor)
7.    Ikhsan Bastian (Penata Musik)

Jagongan Wagen Edisi Juli 2016 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, akan dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2016, pukul 19.30 WIB, bertempat di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Ds. Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Jagongan Wagen (JW)
Jagongan Wagen (JW), adalah ruang masyarakat seni dan selain seni untuk bersama-sama berpartisipasi  dalam proses pengembangan imajinasi dan kapasitas belajar kreatif, melalui praktik pertunjukan di PSBK. Sebagai ruang eksplorasi, ekspresi dan belajar, Jagongan Wagen secara nyata mengedepankan bentuk dan isi dari kekuatan kesenian, melalui penciptaan dan pementasan pertunjukan seni. Kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan dan difasilitasi oleh PSBK, merupakan proses bagi seniman-seniman untuk secara kolaboratif belajar menciptakan dan menyajikan kekuatan artisitik berkesenian, baik yang bersifat individual maupun kolektif.

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)
PSBK, yang didirikan dan dibangun oleh alm. Bagong Kussudiardja pada tahun 1978, sejak awal berdirinya  memberikan serta menjadi pusat perhatian atas pertumbuhan dan perkembangan nilai seni yang ada di kesenian, baik yang berwujud keindahan hidup manusia dan masyarakat maupun karya itu sendiri. PSBK, bersama dengan seniman dan masyarakat luas serta melalui proses belajar seninya, berusaha menciptakan kehidupan hidup manusia dan masyarakat yang indah. Dengan demikian PSBK mengembangkan dan memperluas visi Alm. Bagong Kussudiardja mengenai peran kehidupan seni dalam memberikan kontribusi untuk perkembangan ide-ide, cita-cita dan nilai-nilai bagi kehidupan manusia untuk terciptanya manusia yang berdaya.

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
Ds. Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, DIY
Tel./Fax.: +62(0)274/ 414-404
Email: info@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id
FB: padepokansenibagongkussudiardja     Twitter: @PSBK_Jogja