Twilite Orchestra mempersembahkan Konser Simfoni Negeriku

Twilite Orchestra mempersembahkan Konser Simfoni Negeriku

Tanggal : 13 Agustus 2016

Lokasi : Aula Simfonia Jakarta, Jl. Industri Raya Blok B 14 Kavling 1, Kemayoran, Jakarta Utara.

Untuk menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-71, pada hari Sabtu, 13 Agustus 2016, Twilite Orchestra akan mementaskan Konser Simfoni Negeriku di Aula Simfonia Jakarta, pukul 19.30 WIB. Konser ini akan menampilkan lagu-lagu daerah dan lagu-lagu patriotik Indonesia, yang didukung oleh penampilan Lea Simanjuntak, Daniel Kristianto, harpis Rama Widi, paduan suara Twilite Chorus, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Mercu Buana, dan Perbanas Institute Choir.

Tahun 2016 ini merupakan tahun yang spesial bagi Twilite Orchestra yang pada tahun ini genap berusia 25 tahun. Didirikan pada tahun 1991 oleh Indra Usmansjah Bakrie, Addie MS, dan Oddie Agam, Twilite Orchestra kini menjadi orkestra yang paling lama bertahan di Indonesia dengan kegiatan yang berkelanjutan, dan menjadi orkestra Indonesia pertama yang tampil di berbagai panggung internasional seperti Sydney Opera House di Australia, Old Slovak National Theater di Republik Solvakia, dan Konzerthaus Berlin di Jerman. Salah satu fokus kegiatannya yang menjadi perhatian Addie MS sejak awal adalah pengembangan penonton dari kalangan muda, melalui kegiatan konser bagi kalangan muda seperti Konser Kita, Campus Tour, dan Musicademia; pembentukan paduan suara Twilite Chorus, dan orkes pelajar Twilite Youth Orchestra; serta penyusunan repertoar yang popular di kalangan muda, seperti musik film dan musik video game. Penyuguhan hal-hal yang diminati oleh kalangan muda melalui pementasan orkes simfonik membuka cakrawala baru pada benak mereka, yang dapat mendorong sisi kreativitas dan pemikiran kritis mereka. Kalangan muda di sini menjadi prioritas karena pembinaan seni dari sejak usia dini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak yang akan berpengaruh pada hidupnya saat dewasa kelak, dan bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi muda.

Selain perhatiannya pada generasi muda, idealisme dan kecintaan Addie MS pada tanah air telah membawanya pada sebuah pencapaian penting. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan lambang negara, Sang Saka Merah Putih dan Garuda Pancasila. Namun selama berpuluh tahun lagu kebangsaan Indonesia Raya sempat terabaikan dengan kondisi rekaman yang tidak lagi prima. Melihat kondisi tersebut, pada tahun 1997 Addie MS dengan dukungan pengusaha Youk Tanzil tergerak untuk membuat rekaman lagu kebangsaan Indonesia Raya yang baru dan sejumlah lagu nasional, yang terabadikan dalam album “Simfoni Negeriku”. Perekaman yang dilakukan secara digital diharapkan akan menjadikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu-lagu nasional ini terus hidup bagi generasi-generasi penerus bangsa Indonesia.

Kemudian pada tahun 2011, dengan dukungan Garuda Indonesia, Addie MS mendapatkan kesempatan untuk membuat rekaman lagu-lagu daerah Indonesia yang diorkestrasi secara simfonik dan direkam di Praha. Album rekaman yang berjudul “The Sounds of Indonesia” yang berisi 36 lagu ini memberikan nuansa baru lagu daerah Indonesia. Album ini juga mengabadikan lagu-lagu tersebut dari generasi satu ke generasi selanjutnya sehingga tidak akan hilang seiring dengan pergantian zaman.

Dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 dan juga HUT Twilite Orchestra ke-25, Twilite Orchestra ingin mementaskan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu-lagu nasional yang terkompilasi dalam album “Simfoni Negeriku”, dan lagu-lagu daerah yang terkompilasi dalam album “The Sounds of Indonesia”. Pementasan ini juga bertujuan untuk memasyarakatkan kembali lagu-lagu nasional dan daerah Indonesia di kalangan muda yang saat ini mungkin lebih akrab dengan lagu-lagu pop dan malah asing dengan lagu-lagu nasional dan daerah Indonesia. Terlebih lagi kini budaya pop bertambah gencar dan efeknya semakin intens dengan visualisasi yang memukau seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan elektronik. Kemajuan teknologi telah memungkinkan kita mendapatkan apapun dengan sentuhan jari, tapi di sisi lain hal itu juga membuat kita menjauh dari jati diri sebagai bangsa Indonesia. Pementasan ini diharapkan dapat menggugah semangat nasionalisme serta persatuan dan kesatuan di kalangan penonton, khususnya kalangan muda.

Konser Simfoni Negeriku terlaksana berkat dukungan Summarecon, Bank Central Asia, Kalbe Group, dan Bakti Budaya Djarum Foundation, serta dukungan rekanan media konser antara lain Metro TV, 97.9 FeMale Radio, 102.2 FM Prambors Jakarta, 99.1 Delta FM, dan 101.8 Bahana FM. Tidak kalah penting juga dukungan Vietarra, yang telah memberikan kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan konser, dan KiosTIX yang menangani pengelolaan dan penjualan tiket konser.

Informasi lebih lanjut mengenai tiket pertunjukan :
www.kiostix.com dan 021 7179 3750