Wayang Orang Bharata mempersembahkan "Begawan Kilat Buwono"

Wayang Orang Bharata mempersembahkan "Begawan Kilat Buwono"

Tanggal : 29 Oktober 2016

Lokasi : Gedung Wayang Orang Bharata, Jalan Kalilio 15, Senen, Jakarta

Lakon ini bercerita tentang seorang Begawan bernama Kilat Buwono. Begawan Kilat Buwono bersama kedua putranya Bomangkoro dan Indra sekti menjadi guru Pandawa dan Kurawa. Begawan Kilat Buwono berharap perang Bharatayuda dapat digagalkan dan tidak terjadi. Namun Prabu Kresna yang berperan sebagai pengasuh Pandawa menyetujui perang Bharatayuda dihentikan dengan syarat Kurawa harus mengembalikan tanah Astina yang telah dicurinya kepada Pandawa. Hal ini menimbulkan murkanya sang Begawan Kilat Buwana dan mengusir Prabu Kresna.

Setelah kejadian itu Kilat Buwana memerintahkan Pandawa dan Kurawa untuk membunuh Prabu Kresna dan Semar sebagai syarat agar perang Bharatayuda dapat dihentikan. Arjuna berhasil membakar Uwak Semar dan membawa abu jenazahnya kenegara Astina. Namun Uwak Semar ternyata tidak mati. Justru berubah wujud menjadi Begawan Cahya buana dan memerintahkan kepada ketiga anaknya Petruk, Bagong, dan Gareng untuk menentang dan membalas perlakuan Begawan Kilat Buwono.

Pandawa akhirnya menyadari kekeliruan mereka dan langsung mencari Prabu Kresna dan mohon maaf atas peristiwa yang telah terjadi. Ternyata Begawan kilat Buwono merupakan penjelmaan dari Batara Guru yang melakukan ini semua untuk menguji kesiapan Bangsa Kuru (Pandawa dan Kurawa) dalam menghadapi perang Bharatayuda.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini :
M. Yunus : 0856 1211 842
Endang : 0858 1450 4644