Wayang Orang Bharata Mempersembahkan "Sumantri Ngenger"

Wayang Orang Bharata Mempersembahkan "Sumantri Ngenger"

Tanggal : 30 Juli 2016

Lokasi : Gedung Wayang Orang Bharata, Jalan Kalilio 15, Senen, Jakarta

Sumantri putra begawan Suwandagdi dari Pertapan Jatisrono berparas sangat tampan dan mempunyai kesaktian yang tiada tara. Sumantri bermaksud mengabdikan diri kepada Prabu Harjunasasrabahu di Kerajaan Maespati namun dengan persyaratan harus bisa memenangkan sayembara Dewi Citrowati dari Kerajaan Magada.  

Dengan kesaktiannya Sumantri dapat mengalahkan para Raja yang bermaksud meminang Dewi Citrowati dalam sayembara tersebut. Merasa dirinya hebat karena telah mengalahkan para peserta sayembara dan berhasil membawa pulang Dewi Citrowati, Sumantri menantang Prabu Harjunasasrabahu
 
Prabu Harjunasasrabahu yang kesaktiannya sangat melebihi Sumantri tentu saja dapat menaklukan Sumantri. Sebagai sanksi atas perbuatannya Sumantri diharuskan memindahkan Taman Sriwedari yang berada di Kahyangan ke kerajaan Maespati.

Berkat bantuan adiknya Sukasrana, Taman Sriwedari berhasil di pindahkan ke Taman Kerajaan Maespati.
 
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini, silahkan menghubungi :
M. Yunus : 0856 121 1842

Tentang WO Bharata
Sebagai punggawa seni panggung tradisional di DKI Jakarta, Wayang Orang (WO) Bharata telah dengan gigih mempertahankan dan mengembangkan pertunjukan wayang orang sejak didirikan pada 5 Juli 1972. Perjuangan para seniman yang terdiri atas penari, pengrawit, pesinden dll ini bukan tanpa onak duri. Namun di sisi lain, tekad dan kesungguhan para awak WO Bharata dalam melestarikan kesenian warisan para pendahulunya ini pun telah mendapatkan berbagai bentuk penghargaan dan pengakuan, terbukti dari seringnya kelompok ini mengharumkan nama Ibu Pertiwi di pentas manca negara sebagai duta budaya bangsa. WO Bharata semakin bahwa pelestarian wayang orang ini akan tetap terjaga dan  juga selalu berusaha mengembangkan kesenian adiluhung ini dengan memadukan bentuk-bentuk kesenian modern tanpa menghilangkan akar budaya yang ada.