Indonesia Kaya App

Aplikasi untuk penikmat
budaya Indonesia

Download
Cerita Dimas Sufi oleh Dimas Sufi bersama Tessa Prianka, Debora Jemadu, Cantika dan Yuka Tamada

Cerita Dimas Sufi oleh Dimas Sufi bersama Tessa Prianka, Debora Jemadu, Cantika dan Yuka Tamada

"Cerita Dimas Sufi" merupakan sebuah intimate concert yang dibuat oleh Dimas Sufi sebagai salah satu cara dalam menceritakan perjalanan hidupnya dan bagaimana musik berperan di dalamnya, karena baginya musik adalah sarana untuk bisa menyuarakan kegelisahan dan pemikirannya terhadap isu di sekitarnya. 

Kali ini Dimas Sufi mengajak Kenanya Hermanus sebagai Music Director yang akan mengemas karya-karya Dimas Sufi yang bergenre Rock dengan menggabungkan konsep Mini Bigband. Dimas juga mengajak beberapa teman sesama musisi yaitu Tessa Prianka, Debora Jemadu, Cantika dan Yuka Tamada untuk ikut bercerita dengan gaya dan ekspresinya masing-masing; dalam menceritakan karya Dimas Sufi yang lebih banyak menceritakan isu sosial dan lingkungan.

Dimas Sufi adalah seorang musisi muda kelahiran tahun 1988 asal Tangerang. Ia mulai tertarik dengan dunia tarik suara sejak ia duduk di sekolah menengah pertamanya. Dari sana, ia sudah mulai menjajal panggung-panggung kecil. Dukungan keluarganya untuk berkarir di dunia musik ia manfaatkan dengan kerja keras, yaitu melanjutkan sekolah di Conservatory of Music Universitas Pelita Harapan pada konsentrasi sound design.

Puas menyelesaikan studinya, Dimas Sufi mengawali karir musiknya bersama band alternatif Ladia, unit art-rock KOLK!, serta grup Appasionata Bigband yang beraliran pop jazz. Tidak sampai di situ, pada tahun 2014 Dimas Sufi akhirnya merintis karir musik solonya yang beraliran pop rock setelah berdiskusi dengan music producernya terdahulu, Made Indrayana. Ia telah menelurkan satu buah album penuh berjudul Merah, yang dikenal melalui single berjudul “Kopi”. Tidak hanya mendapatkan animo yang baik dari audiens, tetapi lagu tersebut pun didukung oleh organisasi non-pemerintah kelas internasional WWF.

Kesempatan bermusiknya ini dimanfaatkan sebagai salah satu momen di mana Dimas Sufi dapat berkarya secara jujur dan meluapkan apa yang dirasakan melalui bernyanyi. Single “Kopi” dan album perdana berjudul ‘Merah’nya kemudian ia lanjutkan lewat single “Intimidasi Dunia Maya” yang menyuarakan bentuk perlawanan terhadap online bullying yang marak terjadi. Baru-baru ini, ia merespons sebuah tudingan tak terbukti yang menimpa orang terdekatnya melalui “Berita Imitasi”.

Banyak dipengaruhi oleh musisi favoritnya, seperti Eddie Vedder (Pearl Jam), Chriss Cornell (Sound Garden), hingga penyanyi lokal Nugie, ia kini siap mengeksplor musiknya lebih dalam dan dikenal oleh khalayak yang lebih luas sebagai Dimas Sufi sang penyanyi solo.

Cerita Dimas Sufi oleh Dimas Sufi bersama Tessa Prianka, Debora Jemadu, Cantika dan Yuka Tamada dapat disaksikan di Galeri Indonesia Kaya tanggal 14 Desember 2019 pukul 15.00 WIB.