Indonesia Kaya App

Aplikasi untuk penikmat
budaya Indonesia

Download
Hinggi oleh Harama

Hinggi oleh Harama

Pada awal pertunjukan, HARAMA menyanyikan sebuah lagu dengan diiringi alat musik tradisional Sumba Timur yaitu Jungga. Lagu tersebut menceritakan tentang keindahan Sumba, mulai dari alam hingga kain tenun Sumba yang dipuja-puja karena kecantikannya, tapi memiliki nilai perjuangan yang dalam. Nyanyian ini diikuti oleh tarian Ninggu menggunaakan kain tenun Suma Timur. Tari Ninggu merupakan tarian yang biasa ditarikan saat menyambut tamu. Acara ditutup dengan nyanyian yang menggambarkan proses saat penguburan dan kain tenun Sumba digunakan untuk menutup mayat.

HARAMA, sebuah makna dalam Bahasa Sumba yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata tertentu, karena HARAMA merupakan sebuah ekspresi iman, cinta, citra diri, dan sebuah entitas yang menunjukkan Sumba sebagai sebuah masyarakat, peradaban, dan budaya. Perjumpaan selalu diikuti dengan momen-momen yang menjadi kenangan. HARAMA merupakan tanda penghargaan dan penghormatan yang diberikan kepada setiap orang yang datang dalam acara adat. Karena HARAMA adalah sebuah ekspresi, maka bentuknya bisa bermacam-macam.

Pengertian HARAMA itulah yang mendasari kelompok ini dibentuk. Semangat untuk terus melestarikan adat istiadat dan menyambut lebih banyak orang untuk mengenal budaya Sumba. Harapannya kearifan lokal dari pesan-pesan yang disampaikan melalui HARAMA meningkatkan pengenalan akan ragam budaya Bangsa Indonesia membangun kesadaran kebhinekaan dan dapat menginspirasi semangat Indonesia yang bhineka tapi satu. Tiga orang muda yang mendedikasikan diri mereka untuk mempelajari budaya Sumba dan menjadikannya keahlian mereka. Diki Warandoi, Sius Kapeda Marew, dan Ervince Tamu Ina berharap mereka mampu terus menampilkan budaya Sumba dengan baik dan melestarikannya sebagai kekayaan Bangsa Indonesia.

Hinggi oleh HARAMA dapat disaksikan di Galeri Indonesia Kaya pada tanggal 28 September 2019 pukul 15.00 WIB.