Indonesia Kaya App

Aplikasi untuk penikmat
budaya Indonesia

Download
HNNOH: Sinema Bunyi oleh Balaan Tumaan Ensemble

HNNOH: Sinema Bunyi oleh Balaan Tumaan Ensemble

"HNNOH" merupakan karya kolektif berbasis pada arsip audio-visual tradisi musik vocal dalam ritual pada masyarakat Melayu dan Dayak Kalimantan Barat. Musik vokal dalam ritual-terkhusus di masyarakat tradisional Kalimantan tidak dapat dipisahkan. 

Nyanyian dan pelafalan mantra memburamkan batas-batas artistik dalam perspektif ‘seniman modern’. Seni sebagai capaian artistik, serta kepercayaan telah menyublim dan menjadi endapaan dalam diri manusia-manusia ‘tradisional’. Oleh karena itu, perwujudan kata-kata, nyanyian dan mantra bersifat intuitif, improvisatif, namun tetap memiliki substansi kuat baik secara komunikasi dengan leluhur (ataupun Tuhan) maupun pada aspek bunyi sebagai bentuk artistik.

Sebagai pelopor ansambel musik baru di Kalimantan Barat, Balaan Tumaan yang telah terbentuk sejak 3 Maret 2014 terus mencoba memberi pembaharuan pada tatanan artistik, saintifik, hingga ekosistem seni dan masyarakat di Kalimantan Barat. Selain sebagai sebuah ansambel musik, Balaan Tumaan berfokus menjadi laboratorium penciptaan musik baru berbasis tradisi di Kalimantan dengan riset sebagai landasan penciptaan. Riset yang dilakukan berfokus pada musik tradisi di Kalimantan, baik berupa pemetaan hingga penggalian lebih mendalam untuk menjadi sebuah bank data/arsip dalam bentuk dokumentasi audio, visual, serta tertulis. Hasil dari riset tersebut juga kemudian menjadi landasan kami dalam berkarya, baik secara bentuk maupun semangat tradisi.

Debut Ansambel dimulai pada oktober 2014 lewat program muhibah seni yang membawa Balaan Tumaan untuk menampilkan karya-karya seninya di Perancis, Belgia dan Jerman. Beberapa kolaborasi juga dilakukan, antara lain bersama Arum Sih Gamelan Orkester (Bremen, 2014), kolaborasi bersama Kevin Lock dan Wayne Silas (Musisi Natif Amerika), 2015. di Tahun 2016, juga bekerjasama dengan komponis dan sound designer dari Jepang. Yasuhiro Morinaga dalam riset dan proyek pementasan interdisiplin berjudul Marginal Gong di Spiral Hall, Tokyo. Selain proyek kolaborasi, Balaan Tumaan juga aktif menghadirkan karya-karya musik baru lewat pementasan, juga forum diskusi   musik.

Dalam bahasa Dayak Kayaan, “Balaan” berarti tepi/tepian, batas. Sedangkan “Tuman” berarti pertemuan. Berdasarkan mitologi Dayak Kayaan, Bumi seperti mangkuk yang tertelungkup dengan langit sebagai selimutnya. istilah Balaan Tumaan memiliki makna sebagai titik pertemuan atau batas pertemuan antara bumi dan langit di tiap ujung pandangan. secara paradoks, bisa juga diinterpretasikan sebagai sebuah ujung tempat bertemu yang belum tentu mempertemukan, karena menemukan berarti merelakan.

HNNOH: Sinema Bunyi oleh Balaan Tumaan Ensemble merupakan bagian dari Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia dan dapat disaksikan di Galeri Indonesia Kaya pada tanggal 16 Maret 2019 pukul 15:00 WIB.