Indonesia Kaya App

Aplikasi untuk penikmat
budaya Indonesia

Download
Sandiwara Pekaba oleh Ranah PAC

Sandiwara Pekaba oleh Ranah PAC

Dalam kebudayaan Minangkabau, Tukang Kaba merupakan seorang juru kisah tradisional. Ia menyampaikan kisah bersamaan dengan memainkan alat musik. Pertunjukan musik tradisional Minangkabau pada umumnya mensyaratkan adanya posisi Tukang Kaba. Tukang Kaba tersebut menyampaikan kabar dan cerita bukan dengan menceritakan begitu saja, namun dengan berdendang sembari diiringi dengan irama musik khas seperti rabab, selawat dulang dan saluang.
  
Tukang Kaba tak hanya dipahami sebagai juru kisah semata. Peran Tukang Kaba juga sebagai penyiar kejadian yang sedang berlangsung. Ia bisa memelintir cerita, bahkan mengubah cerita tertentu menjadi versinya sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, istilah tukang kaba juga digunakan sebagai metafora. Tukang kaba dapat berarti orang yang suka memberi nasihat baik kepada orang, atau orang yang pembohong, penghasut dan penyebar dusta. 

Tukang Kaba modern dapat dilekatkan pada empat profesi yang populer bagi orang Minang, yaitu ulama, politisi, pedagang, dan penulis. Sebagaimana Tukang Kaba, empat profesi tersebut sama-sama mensyaratkan kecerdasan berbahasa yang mesti tinggi, hebat, lincah, dan lihai. 

Pertunjukan Sandiwara Pekaba berkisah tentang pertarungan antar juru cerita dalam menunjukkan siapa yang paling hebat di antara mereka. Biasanya, di tengah gelanggang yang penuh lalu-lalang manusia, para juru cerita menguji kehebatannya. Semakin banyak orang berkumpul di dekatnya, mendengar, merespon, bahkan mencoba menandingi ceritanya, maka kelihaiannya sebagai juru cerita semakin teruji. Namun, setiap juru cerita sebenarnya menginginkan tantangan lain. Diam-diam, para juru cerita tersebut menghendaki pertarungan antar sesama juru cerita, sebuah kehendak yang sudah tersimpan sejak lama dalam diri para juru cerita. 

Kemampuan bermain dengan kata-kata tak lagi menjadi senjata andalan. Kata-kata, bagi mereka, hanyalah mainan belaka. Para juru cerita butuh pamungkas yang berbeda. Mereka sepakat untuk mengembalikan kata-kata ke bunyi, memeragakan langsung narasi ke dalam kosa tubuh. Para Pekaba kemudian bersiasat agar tak tergelincir pada satu saja jurus. Kadang, bebunyian membuahkan makna, tetapi ada masa ketika tubuh mengemban beban bahasa, sementara bahasa lisan sendiri hanyalah siasat untuk terus memproduksi gerak dan bunyi.

Sandiwara Pekaba oleh Ranah PAC dapat disaksikan di Galeri Indonesia Kaya tanggal 3 November 2019 pukul 15.00 WIB.