Indonesia Kaya App

Aplikasi untuk penikmat
budaya Indonesia

Unduh Gratis
Tugu Pahlawan, Simbol Semangat Heroik Arek-Arek Suroboyo

Tugu Pahlawan, Simbol Semangat Heroik Arek-Arek Suroboyo

Indonesia tidak langsung menikmati kemerdekaan pasca proklamasi yang dibacakan oleh Sukarno dan Hatta. Pasalnya beberapa daerah di Indonesia masih bergejolak dengan adanya berbagai pertempuran. Seperti halnya yang terjadi di Surabaya, setelah Mallaby tertembak, pihak sekutu kemudian mengirim ultimatum, yang dianggap oleh para perjuang kemerdekaan RI sebagai pelecehan. Pertempuran untuk mempertahankan kemerdekaan RI antara arek-arek Suroboyo dan pihak penjajah pun pecah dan tidak dapat terelakan lagi.

Untuk mengenang pertempuran tersebut, Pemerintah RI membangun monumen yang dikenal dengan nama Tugu Pahlawan. Tugu yang dibangun di tengah Kota Surabaya, atau tepatnya di Jalan Pahlawan dan bersebelahan dengan kantor Gubernur Jawa Timur ini berdiri di atas lahan seluas 1,3 hektar.

Secara umum, Tugu Pahlawan berbentuk lingga seperti paku yang terbalik. Bagian badannya terdiri dari 10 lengkungan dengan 11 ruas. Jumlah tersebut menyimbolkan tanggal bersejarah terjadinya persitiwa pertempuran 10 Nopember 1945. Tepat di hadapan Tugu Pahlawan terdapat diorama satu berbanding satu yang menggambarkan pengorbanan pahlawan tak dikenal yang turut serta dalam pertempuran mengusir penjajah yang berusaha datang kembali ke Indonesia.

Tugu Pahlawan dilengkapi dengan lapangan luas, taman bunga dengan berbagai koleksi tanaman, dan museum yang menyimpan berbagai benda dan non-benda peninggalan sejarah peristiwa pertempuran 10 Nopember. Memasuki tanggal 10 Nopember, setiap tahunnya Lapangan Tugu Pahlawan kerap diadakan berbagai kegiatan. Salah satu kegiatannya adalah aksi teatrikal yang menggambarkan semangat pejuang arek-arek Suroboyo dalam menghadapi penjajah.

Tugu Pahlawan bukan hanya seonggok bangunan yang tidak bermakna. Tugu tersebut merupakan sebuah monumen hidup yang bercerita tentang keberanian dan semangat heroik masyarakat Surabaya dalam membela dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Sebuah sikap yang patut diteladani di tengah masyarakat yang terus tergerus sikap individualistis. [AhmadIbo/IndonesiaKaya]