Benda Peninggalan Prasejarah, Aset Bangsa yang Tak Ternilai

Benda Peninggalan Prasejarah, Aset Bangsa yang Tak Ternilai

Tradisi Banten

Nusantara sebagai wilayah di Asia yang memiliki sejarah panjang ternyata menyimpan begitu banyak peninggalan purba. Berbagai penemuan benda dari zaman prasejarah tersebut membuktikan nenek moyang orang Indonesia telah lama hidup berbudaya. Selain menjadi peninggalan leluhur, benda-benda bersejarah tersebut merupakan aset kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya, yang harus dijaga dan dipelajari dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan.

Benda-benda peninggalan zaman prasejarah yang ditemukan di wilayah kepulauan Indonesia antara lain seperti kapak corong, kapak lonjong, kapak perunggu, bejana, hingga perhiasan. Kapak Lonjong merupakan kapak yang berbentuk lonjong dengan pangkal agak runcing dan melebar pada bagian tajamnya. Kapak lonjong merupakan benda prasejarah yang berasal dari zaman neolithikum, terbuat dari bahan baku batu dan nefrit.

Penemuan benda prasejarah dari zaman neolithikum dianggap lebih maju ketimbang zaman sebelumnya. Hal tersebut bisa dilihat dari benda-benda peninggalan yang sudah dipadukan dengan material lain. Seperti halnya penemuan kapak lonjong dengan pangkal yang sudah menggunakan materi kayu atau kapak yang sudah terbuat dari bahan perunggu. Kapak jenis ini banyak ditemukan di Sulawesi, Flores, dan Papua. Berbagai jenis kapak tersebut dahulu digunakan sebagai alat bantu dalam bercocok tanam.

Selain kapak, di Indonesia juga ditemukan benda peninggalan prasejarah lainnya seperti bejana perunggu. Benda peninggalan zaman perunggu ini hanya ditemukan di dua tempat saja di Indonesia, yaitu di Sumatera dan Madura. Bejana Perunggu yang ditemukan di kawasan Asemrajang, Madura, memiliki tinggi sekitar 90 cm dengan lebar sekitar 50 cm. Minimnya penemuan akan bejana perunggu mengakibatkan kurangnya penelitian akan benda peninggalan prasejarah ini. Ekses dari hal tersebut adalah hingga kini belum ditemukan jawaban pasti tentang kegunaan bejana perunggu dalam kehidupan manusia prasejarah.

Makin berkembangnya peradaban, manusia prasejarah kemudian menciptakan benda lain yang tidak hanya berfungsi sebagai benda penunjang kehidupan, seperti peralatan bercocok tanam, tetapi juga menciptakan benda-benda perhiasan. Salah satu benda perhiasan peninggalan prasejarah adalah Figurin. Figurin atau boneka biasanya menggambarkan seseorang dalam ukuran yang kecil dan terbuat dari perunggu. Seperti halnya sebuah figurin yang ditemukan di Bangkinang, Riau.

Figurin tersebut menggambarkan sesosok manusia yang sedang menari dengan posisi kedua tangan ke belakang dengan bagian dada membusung ke depan, dan bagian rambutnya membentuk lingkaran. Bentuk lingkaran pada rambut bukan tanpa sebab, besar kemungkinan figurin tersebut digunakan oleh manusia zaman prasejarah sebagai liontin atau gantungan kalung. Selain sebagai perhiasan, figurin juga kerap dijadikan bekal kubur bagi seseorang yang telah meninggal dunia. [AhmadIbo/IndonesiaKaya]