Candi Singosari, Candi Penghormatan Untuk Sang Raja

Candi Singosari, Candi Penghormatan Untuk Sang Raja

Jejak-jejak Kerajaan Singosari dimasa lampau ternyata masih bisa kita lihat keberadaannya hingga saat ini. Candi Singosari yang terletak di Malang Jawa Timur ini berdiri kokoh dan menjadi saksi bisu kejayaan kerajaan yang didirikan Ken Arok tersebut. Candi ini dibangun sebagai simbol untuk menghormati kebesaran raja Kertanegara yang gugur karena pemberontakan yang dilakukan Jayakatwang.

Perpaduan unsur agama Budha dan Hindu menjadi tonggak pembangunan candi yang telah menjadi cagar budaya ini. Dua agama inilah yang tumbuh luas pada saat jaman kerajaan Singosari berkuasa.

Candi Singosari dibangun dengan bentuk menyerupai limas, batu disusun dari bawah hingga ke atas lalu dipahat dengan bagian atas lebih kecil dari bagian bawah candi. Bagian-bagian candi memiliki fungsi yang memiliki arti tersendiri. Batur (pondasi), kaki candi, tubuh candi dan atap memiliki fungsi yang berbeda-beda kegunaannya.

Pada bagian Batur berfungsi sebagai pondasi yang menjadi tonggak berdirinya Candi Singosari. Kaki Candi Singosari menjadi ruangan relung-relung yang ada disini. Selain itu, terdapat arca Resi Agastya yang dipercaya sebagai penyebar agama hindu dari India ke tanah Jawa.

Tubuh Candi Singosari sengaja dikosongkan, ini untuk menghormati roh-roh suci di Candi Singosari. Sedangkan pada bagian puncak candi ini disediakan persemayaman para dewa dewi yang dianut oleh agama Hindu-Budha.

Relief yang terukir pada Candi Singosari sebagian besar berbentuk bunga-bunga dan binatang. Salah satu relief binatang berbentuk singa dengan pahatan saling bertolak pandang. Ada juga burung jaringan, yaitu burung yang dipercaya hidup pada saat candi ini dibangun.

Pahatan wajah-wajah seram yang disebut Muka Kala atau Kirti Murka juga menghiasi Candi Singosari. Pahatan ini berfungsi sebagai pengusir roh-roh jahat yang akan datang membawa bencana terhadap Candi Singosari. [Riky/IndonesiaKaya]