Keindahan Batu Akik Di Dalam Keindahan Ternate

Keindahan Batu Akik Di Dalam Keindahan Ternate

Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari tanah yang subur, sumber makanan yang beragam, hingga lapisan tanah yang menyimpan banyak kekayaan di dalamnya. Dua jalur gunung berapi besar yang melintasi Indonesia juga menjadi alasan kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia. Satu jenis kekayaan yang tersimpan dalam lapisan tanah adalah berbagai batuan Akik yang terkandung di sebagian besar wilayah Indonesia. Salah satu wilayah di Nusantara yang menyimpan kekayaan batuan ini adalah Ternate dan wilayah sekitarnya di Maluku Utara.
   
Gamalama adalah gunung berapi besar yang terdapat di Pulau Ternate. Wilayah Ternate dikenal sangat subur dan kaya sejak jaman dahulu kala. Gunung berapi ini adalah satu alasan yang menjadikan Ternate begitu kaya sekaligus berbahaya. Gunung ini sudah belasan kali meletus dan membahayakan warganya, namun warga Ternate tidak mau beranjak pergi dan justru semakin menikmati keindahan, kekayaan, sekaligus bahaya yang terjadi.

Selain panorama yang begitu indah, akibat dari jalur gunung berapi yang melalui Ternate adalah terdapatnya batuan-batuan indah di kandungan tanahnya. Batu-batu ini kita kenal dengan sebutan Batu Akik. Sebenarnya tidak hanya Ternate, namun juga pulau-pulau di sekitarnya seperti Obi, Bacan, dan Halmahera yang terbesar. Batuan-batuan ini sebenarnya sudah dikenal sejak dahulu kala, bahkan sejak para pedagang Arab berdagang rempah-rempah di tanah Maluku. Namun, di masa lalu harga jual batuan ini tidaklah semenarik harga rempah.
   
Maluku Utara memiliki banyak sekali batuan Akik. Biasanya nama batu tersebut sesuai dengan wilayah tempat ditemukannya. Misalnya sebut saja Batu Halmahera barat dan timur, Batu Obi, atau yang paling terkenal saat ini di Indonesia yaitu Batu Bacan. Tidak hanya sesuai nama tempatnya berasal, batuan tersebut juga memiliki jenis, misanya untuk Batu Bacan, kita akan menemui Batu Bacan berbagai jenis seperti Goro-goro, Palamea, dan yang paling mahal Bacan Doko. Semua batuan ini memiliki ciri khas tersendiri dan harganya  pun tergantung jenis, keunikan dan tingkat kesulitan mendapatkannya.
   
Pada tahun 2014 akhir, batu Akik memang menjadi fenomena yang meledak drastis di Indonesia. Hampir di seluruh wilayah Indonesia, masyarakat membicarakan batu-batu Akik ini, bahkan memperjual belikannya. Tidak hanya yang sudah diasah dan dibentuk, namun juga batuan yang masih berbentuk bongkahan pun memiliki nilai untuk diperjualbelikan. Batu Akik tidak lagi digemari oleh kalangan terbatas saja, namun juga oleh masyarakat awam yang mungkin belum mengerti banyak tentang Batu Akik.
   
Kondisi tren ini tentu saja menjadi kesempatan yang baik bagi masyarakat. Baik orang dewasa dan anak-anak muda banyak yang terkena demam batu akik ini. Biasanya mereka akan membandingkan miliknya dengan milik orang lain, saling bertukar dan tidak jarang proses jual beli pun terjadi. Fenomena ini begitu mewabah di Indonesia, termasuk di Ternate yang merupakan salah satu pusat berbagai jenis Batu Akik berasal. Di Kota Ternate sendiri, batu akik sangat ramai diperjual belikan. Permintaan Batu Akik ini melonjak begitu tajam dan masyarakat pun meresponinya dengan sangat baik.
   
Bagi Ternate, Batu Akik tidak hanya menjadi fenomena semata. Batu Akik adalah warisan kekayaan alam yang luar biasa. Selain menjadi simbol kecantikan, batuan ini telah memberikan nilai ekonomis yang luar biasa bagi masyarakat yang tinggal di Ternate. Batu Akik tidak hanya dikenal sebagai Batu Mulia, namun juga keindahan yang mewakili Ternate dan seluruh pelosok Maluku Utara. [Phosphone/IndonesiaKaya]