Kudapan Meriah di Saat Kumpul Bersama

Kudapan Meriah di Saat Kumpul Bersama

Kuliner Sulawesi Selatan

Jika sewaktu-waktu datang ke Makassar, singgahlah di Pantai Losari. Pantai yang menyajikan panorama matahari terbenam ini selalu ramai di sore hari. Bangku yang berjejer di sepanjang garis pantai ini memang sengaja disediakan untuk para wisatawan yang ingin menikmati panorama yang ada. Suasana tersebut sangat pas jika ditemani secangkir teh hangat dan cemilan enak: pisang epe.

Karena enak dan melegenda, pisang epe banyak dijumpai di seputaran Makassar. Bahkan, cemilan ini selalu ada di hampir semua tempat wisata di Makassar, salah satunya di Pantai Losari. Dengan gerobak, sebuah panggangan, dan beberapa sisir pisang yang terpajang, penjual pisang epe berjejer di sepanjang garis pantai.

Pisang epe merupakan kuliner berbahan dasar pisang kepok. Sebelum dipanggang, pisang tersebut dijepit terlebih dahulu dengan penjepit kayu sehingga terlihat gepeng. Nama “epe” sendiri diberikan oleh masyarakat sekitar karena melihat keunikan cara pengolahan yang dijepit.

Setelah gepeng, pisang tersebut lalu dipanggang selama dua menit di atas bara api yang tidak terlalu panas. Selain agar sajian selalu hangat, proses pemanggangan juga bertujuan untuk mengurangi rasa asam pada pisang. Selesai dipanggang, pisang diberi siraman di atasnya.

Ada dua rasa yang ditawarkan pada setiap penjual pisang epe, cokelat keju dan kuah duren. Satu porsi pisang epe berisi 3 buah pisang lengkap dengan siraman di atasnya dijual dengan harga Rp6.000.

Menurut pengakuan para penikmat pisang epe, karena cara pembuatannya yang mudah, mereka juga sering membuat pisang epe di rumah. Tapi, diakui pula, pisang epe akan lebih enak disantap sambil menikmati panorama matahari terbenam di Pantai Losari. [AhmadIbo/IndonesiaKaya]