Melihat Contra Bass Terbesar di Pusat Kebudayaan Padior

Melihat Contra Bass Terbesar di Pusat Kebudayaan Padior

Pariwisata Sulawesi Utara

Jika ingin mengetahui seperti apa ragam budaya yang ada di Provinsi Sulawesi Utara mungkin tempat ini wajib dikunjungi ketika berada di Manado. Pusat Kebudayaan Sulawesi Utara Pa'dior namanya. Di sini pengunjung bisa melihat apa saja bentuk kebudayaan mulai dari hasil tenun hingga alat musik khas provinsi yang terkenal dengan Taman Laut Bunakennya ini.

Tidak kurang dari Rumah Tenun, Galery Pinawetengan hingga Museum Religi terdapat di pusat kebudayaan yang terletak di Jalan Raya Pinabetengan – Tampaso Minahasa, Sulawesi Utara ini. Benda-benda seni seperti, kolintang serta alat musik bambu menjadi sajian yang bisa pengunjung lihat di komplek kebudayaan ini. Tidak hanya itu, kain tenun terpanjang beserta pengrajin tenun juga bisa kita lihat di sini.

Menariknya, di sini kita bisa melihat alat musik tiup contra bass berukuran raksasa yang diletakan di tengah-tengah kawasan ini. Mata pengunjung yang datang ke sini pasti langsung tertuju ke alat musik ini. Dengan tinggi sekitar 8 meter dan panjang 32 meter serta diameter lubang tiup yang besar tidak aneh jika contra bass ini masuk ke dalam guiness book of record sebagai contra bass terbesar di dunia.

Untuk membunyikan contra bass ini membutuhkan kompressor bertekanan tinggi. Namun bagi pengunjung yang penasaran seperti apa bunyi alat musik ini, di dekat lubang tiup contra bass ini terdapat satu tombol rahasia yang bisa ditekan agar contra bass ini mengeluarkan bunyi.  

Selain contra bass ini, satu alat musik lainnya juga tidak kalah menarik perhatian pengunjung di sini. Kolintang raksasa yang berada di salah satu sudut pusat kebudayaan ini juga memecahkan rekor guiness book of record sebagai kolintang terbesar di dunia.

Pusat Kebudayaan bernama Pa'dior yang memiliki arti terdepan ini terletak di kawasan pegunungan berhawa dingin dengan pepohonan yang ada di sekelilingnya. Dari sini pengunjung bisa melihat hamparan sawah dan kebun-kebun garapan masyarakat sekitar yang hijau dan menimbulkan nuansa-nuansa kesejukan tersendiri. [Tauhid/IndonesiaKaya]