Memandangi Keindahan Sungai Kapuas di Taman Alun-Alun

Memandangi Keindahan Sungai Kapuas di Taman Alun-Alun

Bila Anda mendambakan sebuah taman dengan pemandangan Sungai Kapuas terpanjang di Indonesia, Anda harus mampir ke taman yang satu ini. Taman Alun-Alun Kapuas namanya, taman ini menyajikan pemandangan tenangnya aliran air di Sungai Kapuas dengan kapal-kapal yang melintasi sungai.  

Taman yang terletak di pusat Kota Pontianak ini menjadi salah satu tempat berkumpulnya warga Pontianak. Menikmati pemandangan sungai yang membelah Kota Pontianak ini sambil duduk santai dan menikmati sajian kuliner khas Pontianak menjadi saat menyenangkan saat berada di taman ini. Taman Alun-Alun Kapuas menjadi lebih indah saat malam telah menyapa. Cahaya-cahaya lampu yang menerangi area sekitar taman mempercantik nuasa taman ini di saat hari mulai gelap. Lampu-lampu yang berasal dari kapal-kapal nelayan menjadi dekorasi cantik dari arah sungai.

Untuk menuju taman ini pengunjung dapat menempuh beberapa alternatif transportasi yang sangat mudah. Menggunakan kendaraan pribadi maupun angkot taman ini akan mudah ditemukan. Letaknya yang berada di pusat kota menjadikan taman ini begitu mudah untuk diakses.

Taman yang menjadi salah satu proyek 'Waterfront City' bagi Pemerintah Kota Pontianak ini memang memiliki arsitektur yang dibuat nyaman bagi para pengunjung. Taman ini memiliki air mancur yang penempatan terasa sangat indah dengan dikelilingi anak tangga. Replika Tugu Khatulistiwa yang merupakan bangunan kebanggaan warga Pontianak juga bisa pengunjung lihat di taman ini.

Taman Alun-Alun Kapuas sudah mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi pertama terjadi sekitar tahun 1999, lalu pada 2011 taman ini mengalami renovasi kembali. Pada tahun 2012, Pemerintah Kota Pontianak melakukan renovasi di beberapa sektor seperti menambah beberapa titik air mancur serta melengkapi taman ini dengan sarana dan prasarana tambahan. Jika pada awalnya taman ini hanya memiliki luas sekitar 1,5 hektar kini luas Taman Alun-Alun Kapuas sudah mencapai sekitar 3 hektar. [Tauhid/IndonesiaKaya]