Menembus Hutan dan Menyaksikan Matahari Tenggelam di Karang Copong

Menembus Hutan dan Menyaksikan Matahari Tenggelam di Karang Copong

Pariwisata Banten

Menikmati senja di Karang Copong, Pulau Peucang, Ujung Kulon, Banten, menjadi tempat yang pas untuk melihat tenggelamnya sang surya di ufuk timur. Memakan waktu 45 menit dari dermaga, Karang Copong menawarkan senja berwarna jingga yang khas.

Karang Copong tidak memiliki pasir pada garis pantainya. Di sekitar area ini hanya terlihat bebatuan karang yang kasar, namun ini tidak membuat pesona Karang Copong memudar. Wisatawan yang datang ke Pulau Peucang sengaja datang kesini hanya untuk menyaksikan indahnya matahari tenggelam. Padahal, untuk menuju ke sini membutuhkan waktu dan menguras tenaga.

Perjalanan menuju Karang Copong bisa dimulai dari Desa Sumur ataupun bisa dari Desa Taman Jaya yang letaknya di Taman Nasional Ujung Kulon. Sekedar informasi, untuk menuju kedua desa tersebut dibutuhkan minimal waktu 6 jam dari Alun-Alun Ayer, Banten. Sampai di desa, perjalanan akan dilanjutkan dengan perahu menuju Pulau Peucang dengan memakan waktu 5 jam.

Sesampainya di Pulau Peucang, perjalanan masih dilanjutkan menembus hutan primer dengan medan jalan yang datar. Di sini tidak jarang pengunjung akan berpapasan dengan rusa ataupun babi hutan. Jika beruntung, suara burung merak juga sering terdengar saling bersahutan di dalam hutan.

Selain binatang, pengunjung juga akan disuguhi pepohonan dengan akar-akar yang melilit. Ada juga pemandangan pepohonan menjulang tinggi yang sudah berumur ratusan tahun.

Di penghujung jalan, pengunjung akan disajikan dengan perpaduan indahnya warna merah dan kuning yang menjadi warna khas matahari tenggelam. Dari sinilah, spot terbaik untuk menyaksikan terbenamnya matahari di Pulau Peucang.

Nama Copong sendiri diambil dari bahasa Sunda yang berarti karang yang bolong. Karena di sekitar daerah ini terdapat karang yang tengahnya bolong. Namun untuk melihat karang ini tidaklah mudah, dibutuhkan sedikit perjuangan dengan berjalan kaki dan sedikit memanjat karang sebelum tiba di lokasi tempat Karang Copong berada. [Riky/IndonesiaKaya]